Akan Kembali ke Jakarta pada 3 & 4 Juni, Ini Serba-Serbi Formula E Musim 2022/2023

Jakarta E-Prix akan menjadi ronde ke-10 dan 11 dari total 16 ronde kalender Formula E 2023

Akan Kembali ke Jakarta pada 3 & 4 Juni, Ini Serba-Serbi Formula E Musim 2022/2023 Proses penyerahan trofi pada Jakarta E-Prix 2022 lalu oleh Presiden Joko Widodo | Indrianto Eko Suwarso/Antara Foto

Ajang balap mobil listrik Formula E 2023 akan kembali hadir di Jakarta pada 3 dan 4 Juni 2023 di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC) Ancol. Berbeda dengan Jakarta E-Prix pada tahun lalu yang hanya digelar pada satu hari atau satu ronde, di Formula E musim 2022/2023 ini, Jakarta akan menggelar dua ronde balapan.

Jakarta E-Prix akan menjadi ronde ke-10 dan 11 dari total 16 ronde kalender Formula E 2023. Ketua Panitia Pelaksana Jakarta E-Prix 2023 Ananda Mikola mengungkapkan, alasan digelarnya balapan di Jakarta selama dua hari tidak lain dan tidak bukan karena antusiasme masyarakat yang tinggi, terutama dari hasil positif Jakarta E-Prix 2022 lalu.

"Kalau saya melihat salah satunya market di Indonesia itu besar. Orang luar negeri untuk datang ke indonesia dan buat event di sini sesuatu yang dia inginkan juga. Karena market kita besar, kita punya hampir 280 juta penduduk," kata Ananda Mikola dilansir Kompas, Rabu (17/5).

"Selain itu, balapan tahun ini juga diharapkan bisa menjadi barometer di Indonesia agar suatu hari punya manufaktur sendiri, serta menjadi momen transfer teknologi," lanjutnya.

Seri Jakarta tersebut juga telah ditunggu-tunggu oleh beberapa pembalap Formula E. Salah satunya adalah pembalap tim Envision Racing asal Selandia Baru, Nick Cassidy, yang menganggap balapan seri Jakarta akan cukup menantang.

"Panas pasti masih jadi faktor yang kami pikirkan, tapi kami juga punya lebih banyak info mengenai Jakarta yang membuat persiapan jadi lebih mudah untuk beberapa hal, sehingga kami punya gambaran tentang apa yang akan kami hadapi, tapi saya rasa kami akan tetap mudah dikejutkan oleh kondisi pada balapan di sana," kata Nick dilansir GridOto, Rabu (10/5).

"Satu lagi hal yang menurut saya akan jadi perhatian, adalah kondisi cuaca di sana. Hujan badai bisa terjadi di sana pada waktu yang tidak bisa diprediksi, jadi cuaca bisa mengubah kondisi balapan juga," tambahnya.

24 pembalap, 11 tim, dan 10 negara

Ada beberapa hal yang berubah pada gelaran Formula E musim 2022/2023 dibandingkan Formula E musim sebelumnya, salah satunya terkait dengan komposisi tim. Meskipun sama-sama menghadirkan kompetisi antara 11 tim, tetapi ada beberapa hal baru dan yang hilang pada musim ini.

Salah satunya, tim kampiun dua tahun berturut-turut Mercedes-EQ yang pada musim ini tidak berkompetisi lagi di Formula E dan dan entrinya dibeli oleh NEOM McLaren Formula E Team dengan powertrain Nissan. Selain itu, ada kerja sama antara DS dan Techeetah yang sebelumnya bermitra sebagai tim harus berakhir.

Pada musim ini, DS akan bermitra dengan Penske menjadi tim DS Penske, sementara Techeetah akan melewatkan musim ini dan akan kembali pada musim depan. Yang baru, ada Nissan yang akan bergabung ke Formula E pada musim ini dengan mengambil kepemilikan tim e.dams.

Selain itu, Maserati MSG Racing menjadi tim baru pada musim ini dengan kemitraan bersama ROKiT Venturi Racing. Tak hanya itu, ABT Sportsline juga akan kembali ke Formula E bersama Extreme E Cupra dengan nama ABT CUPRA Formula E Team.

Ada 24 pembalap dari 11 tim yang berkompetisi pada Formula E musim 2022/2023 | GoodStats

Tak hanya tim, banyak perubahan yang terjadi pada pembalap dari Formula E musim lalu ke musim ini. Salah satunya adalah tak berkompetisinya lagi nama-nama seperti Alexander Sims, Andre Lotterer, Oliver Turvey, hingga pembalap Belanda keturunan Indonesia Nyck de Vries.

Banyak nama baru juga di Formula E musim ini, seperti Sacha Fenestraz dari Nissan, Avalanche Andretti, Nico Muller dan Robin Frijns dari ABT Cupra, eks pembalap Nissan Maximillian Gunther dari Maserati, Jake Hughes yang bergabung bersama McLaren, dan masih banyak pembalap lainnya.

Total, terdapat 24 pembalap yang berasal dari 10 negara, antara lain Belgia, Prancis, Brasil, Inggris, Belanda, Afrika Selatan, Swiss, Jerman, Selandia Baru, hingga Portugal.

Digelar sebanyak 16 ronde di 11 negara

Formula E musim 2022/2023 akan digelar sebanyak 16 ronde di 11 negara. Ajang musim ini telah dibuka di Meksiko pada 14 Januari 2023 lalu dan akan berakhir pada ronde 16 di Inggris, tepatnya di ExCel London pada 30 Juli 2023 mendatang.

Ada 6 negara yang menyelenggarakan ronde tunggal dan 5 dengan ronde ganda pada Formula E musim 2022/2023 | GoodStats

Jakarta sendiri akan menggelar balapan ronde ke-10 dan 11 di Sirkuit Ancol pada 3 & 4 Juni mendatang. Selain Indonesia, ada Arab Saudi (Sirkuit Jalan Raya Riyadh), Jerman (Sirkuit Jalan Raya Bandar Udara Tempelhof), Italia (Circuito Cittadino dell'EUR), dan Inggris (ExCeL London) yang juga menggelar balapan selama dua ronde.

Sementara itu, negara yang menggelar balapan hanya satu ronde antara lain Meksiko (Autodromo Hermanos Rodriguez), India (Sirkuit Jalan Raya Hyderabad), Afrika Selatan (Sirkuit Jalan Raya Cape Town), Brazil (Sirkuit Jalan Raya Sao Paulo), Monako (Sirkuit Monako), dan Amerika Serikat (Portland International Raceway).

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Max Verstappen Raih Gelar Juara Dunia yang Ketiga di 2023, Siapa 5 Pembalap Peraih Juara Dunia Terbanyak di F1?

Max Verstappen berhasil meraih gelar juara dunia yang ketiga di 2023. Namun, siapa saja peraih gelar juara dunia terbanyak di Formula 1?

Daftar Klasemen Sementara Pembalap & Tim Formula E 2023 Setelah 2 Seri Jakarta E-Prix

Jakarta E-Prix yang berlangsung selama dua ronde cukup mengubah drastis tangga klasemen sementara

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X