Ada Lonjakan Sayur Impor di RI, Ini Daftar Negara Pemasok Utamanya

Semenjak pandemi, volume impor sayuran ke RI melonjak. BPS mencatat, volume impor di tahun 2021 jika dibandingkan dengan 2019 meningkat hingga 25,8 persen.

Ada Lonjakan Sayur Impor di RI, Ini Daftar Negara Pemasok Utamanya Ilustrasi sayuran di supermarket | Unsplash

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menunjukkan angka peningkatan impor sayuran di Indonesia pada tahun 2021. Tercatat, total impor sayuran ke Indonesia sepanjang tahun 2021 sebanyak 969,5 ribu ton. Angka itu naik sebesar 5,45 persen dari 919,6 ribu ton pada tahun sebelumnya.

Merujuk pada laporan BPS, impor sayuran Indonesia melonjak semenjak pandemi Covid-19. Terhitung, jika dibandingkan dengan tahun 2019, impor sayuran ke tanah air hanya mencapai 770,3 ribu ton. Jumlah ini bahkan naik hingga 25,8 persen dari total impor sayuran di tahun 2021.

10 negara asal impor sayuran RI terbesar | Goodstats

Dari sejumlah negara asal impor sayuran ke dalam negeri, China menjadi pemasok utama sayuran terbesar pada 2021. Jumlahnya mencapai 645,6 ribu ton dengan nilai 721,9 juta dolar AS. Volume impornya bahkan mencapai 66,6 persen dari total impor sayuran tahun lalu.

Kemudian, Myanmar menempati posisi kedua dengan volume impor sayuran sebanyak 90,9 ribu ton. Diikuti oleh India dengan jumlah impor mencapai 55,6 ribu ton. Selanjutnya, ada Selandia Baru dan Australia dengan volume impor masing-masing berjumlah 50,1 ribu ton dan 26,5 ribu ton.

Sementara itu, BPS juga mencatatkan lonjakan impor non-migas sepanjang bulan April 2022. Melansir Detik.com, sayur menjadi komoditas impor terbesar dan China menjadi pemasok utamanya. Margo Yuwono selaku Kepala BPS menyebut, volume impor sayuran meningkat sebanyak 111,78 persen atau 63,6 juta dolar AS pada April 2022.

Selain sayuran, peningkatan volume impor lainnya juga terjadi pada komoditas biji dan buah mengandung minyak menjadi 45 juta dolar AS. Kemudian, diikuti oleh lonjakan impor buah-buahan menjadi 44,1 juta dolar AS sepanjang April 2022.

Adapun, angka lonjakan impor juga tercatat pada komoditas kendaraan bermotor serta komponennya, baik terbongkar ataupun tidak lengkap. Totalnya tercatat menjadi 28,8 juta dolar AS. Lalu, impor kendaraan udara dan bagiannya meningkat menjadi 17,7 juta dolar AS.

“Ini lima komoditas terbesar yang mengalami peningkatan impor pada April 2022, kalua dibandingkan dengan Maret 2022,” jelas Margo pada Selasa, (17/5) silam.

Secara keseluruhan, negara asal impor yang mengalami kenaikan terbesar berasal dari Argentina sebesar 60,6 juta dolar AS. Disusul oleh Amerika Serikat dengan 37,6 juta dolar AS, Kuwait sebesar 12,9 juta dolar AS, Filipina 12,3 juta dolar AS, serta Paraguay yang mencapai 11,2 juta dolar AS.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Apa Kompensasi yang Diharapkan Masyarakat Akibat Kenaikan Harga BBM?
Artikel Selanjutnya Dari McD hingga BK, Ini Daftar Restoran Cepat Saji Pilihan Anak Muda 2022
Konten Terkait