5 Produk Pertanian Ukraina dengan Produksi Terbanyak 2021

Ukraina merupakan salah satu pemasok bahan pangan terbesar di dunia, tidak heran bila Ukraina dijuluki sebagai keranjang roti Eropa.

5 Produk Pertanian Ukraina dengan Produksi Terbanyak 2021 Panen serealia di Ukraina | Pavlo Baliukh/Shutterstock

Ukraina dijuluki sebagai the breadbasket of Europe oleh karena produksi pertaniannya yang berlimpah di kawasan Eropa. Tiap tahunnya, sekitar 32 juta hektare lahan di Ukraina dibudidayakan untuk sektor pertanian.

Ukraina juga disebut sebagai pemimpin dalam hal ekspor komoditas pertanian. Bagaimana tidak, Ukraina memproduksi 18 persen total jumlah biji matahari di dunia, 13 persen produksi jagung di dunia, 12 persen jelai, serta 8 persen gandum dan meslin secara global.

Berdasarkan data dari State Statistics Service of Ukraine, terdapat 5 jenis produk pertanian utama yang sekaligus memiliki volume produksi terbesar di Ukraina. Posisi pertama produk pertanian Ukraina dengan produksi terbanyak tahun 2021 diraih oleh tanaman serealia dan polong-polongan. Total produksi tanaman ini mencapai 85,68 juta ton pada 2021.

Produk pertanian Ukraina dengan jumlah produksi terbanyak tahun 2021 | GoodStats

Pada kategori tanaman serealia dan polong-polongan, jagung menjadi produk pertanian dengan jumlah produksi terbanyak yakni mencapai 41,9 juta ton. Berikutnya disusul oleh gandum dengan jumlah produksi sebanyak 32,07 juta ton pada 2021.

Kentang menduduki posisi ke-2 produk pertanian dengan produksi terbanyak di Ukraina yang mencapai angka 21,35 juta ton. Posisi ke-3 ditempati oleh produksi biji bunga matahari dengan jumlah sebanyak 16,38 juta ton.

Bit gula menjadi produk selanjutnya dengan jumlah produksi terbanyak di posisi ke-4. Adapun jumlah produksi bit gula di Ukraina sepanjang tahun 2021 berjumlah 10,8 juta ton. Terakhir, sayuran menempati posisi ke-5 dengan jumlah produksi sebanyak 9,93 juta ton.

Pertumbuhan produksi pertanian Ukraina pada tahun 2021 cenderung membaik dibandingkan dengan tahun 2020. Namun, kehadiran konflik antar Rusia dan Ukraina dalam jangka panjang dapat mengancam pertumbuhan produksi berbagai produk pertanian serta meningkatkan harga bahan pangan. Dampaknya tidak hanya dirasakan bagi warga Ukraina namun juga secara global utamanya negara-negara yang menjadi mitra impor ekspor Ukraina di sektor pertanian.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Jawa Timur Jadi Provinsi Paling Aktif Produksi Beras di Indonesia
Artikel Selanjutnya Jangan Asal Investasi Digital, Kenali Perbedaan NFT dan Kripto
Konten Terkait