Koridor 1 rute Blok M–Kota mencatat pendapatan terbesar dengan Rp67,74 miliar, disusul Koridor 9 Pinang Ranti–Pluit sebesar Rp62,33 miliar.
Jika dijumlahkan, 10 koridor dengan pendapatan terbesar menghasilkan sekitar Rp400,6 miliar, memperlihatkan besarnya perputaran pendapatan dari layanan bus utama TransJakarta.
Koridor 13 Ciledug–Tendean berada di posisi ketiga dengan Rp40,47 miliar, mengungguli sejumlah koridor yang telah beroperasi lebih lama.