Dalam data Komnas Perempuan 2025, lima kategori pelaku/terlapor teratas menyumbang sekitar 86% dari seluruh laporan kekerasan seksual, sehingga pola risikonya tampak sangat terkonsentrasi pada lingkar relasi yang dekat, dikenal, atau mudah diakses korban.
Teman media sosial menjadi kategori tertinggi dengan 1.077 laporan, hampir sepertiga dari total kasus, menandakan bahwa ruang digital bukan sekadar tempat komunikasi, tetapi juga pintu masuk penting bagi terjadinya kekerasan seksual.
Kehadiran pelaku dari posisi otoritas seperti atasan, pengajar, tenaga medis, pejabat publik, hingga aparat menunjukkan bahwa kekerasan seksual tidak hanya soal relasi personal, tetapi juga tentang penyalahgunaan kuasa yang membuat korban lebih sulit melawan atau melapor.