Nasional

Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik

Baru-baru ini terjadi kesenjangan antara guru honororer dengan pegawai MBG yang memicu ketimpangan nilai pengabdian.

Daffa Shiddiq Al-Fajri Daffa Shiddiq Al-Fajri
3 Februari 2026 pukul 17.59 WIB
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 1
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 2
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 3
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 4
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 5
Ketidakadilan Kesejahteraan Guru Honorer: Analisis Sentimen Publik - 6

Kesenjangan mencolok muncul saat guru honorer bergaji <Rp1 juta/bulan dibanding pegawai MBG yang bisa mencapai Rp8 juta, memicu narasi ketimpangan nilai pengabdian (analisis DroneEmprit).

Meski sentimen pro-guru di media sosial >85%, emosi dominan adalah antisipasi dan sedih, menandakan dukungan publik lahir dari kecemasan, bukan kepercayaan pada arah kebijakan.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?