Kesenjangan mencolok muncul saat guru honorer bergaji <Rp1 juta/bulan dibanding pegawai MBG yang bisa mencapai Rp8 juta, memicu narasi ketimpangan nilai pengabdian (analisis DroneEmprit).
Meski sentimen pro-guru di media sosial >85%, emosi dominan adalah antisipasi dan sedih, menandakan dukungan publik lahir dari kecemasan, bukan kepercayaan pada arah kebijakan.