Nasional

Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?

Selat Bali yang vital kerap macet saat mudik, sementara rencana jembatan masih terkendala faktor sosial-budaya di tengah meningkatnya pemudik bermotor.

Daffa Shiddiq Al-Fajri Daffa Shiddiq Al-Fajri
17 Maret 2026 pukul 23.26 WIB
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan? - 1
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan? - 2
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan? - 3
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan? - 4
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan? - 5

Selat Bali menjadi jalur vital penghubung Jawa–Bali, sehingga lonjakan kendaraan saat mudik langsung memicu antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk.

Padahal jarak selat yang relatif pendek membuat gagasan jembatan sudah muncul sejak 1960-an, namun hingga kini masih terbentur pertimbangan budaya dan sosial.

Sementara itu, kenaikan tajam jumlah motor menunjukkan semakin banyak pemudik memilih kendaraan pribadi untuk perjalanan lintas pulau.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Lupa Sandi?