Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?

Selat Bali yang vital kerap macet saat mudik, sementara rencana jembatan masih terkendala faktor sosial-budaya di tengah meningkatnya pemudik bermotor.

Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?
Antrean Pelabuhan Gilimanuk Capai 50 km, Mengapa Tak Kunjung Dibangun Jembatan?
Ukuran Fon:

Selat Bali menjadi jalur vital penghubung Jawa–Bali, sehingga lonjakan kendaraan saat mudik langsung memicu antrean panjang di Pelabuhan Gilimanuk.

Padahal jarak selat yang relatif pendek membuat gagasan jembatan sudah muncul sejak 1960-an, namun hingga kini masih terbentur pertimbangan budaya dan sosial.

Sementara itu, kenaikan tajam jumlah motor menunjukkan semakin banyak pemudik memilih kendaraan pribadi untuk perjalanan lintas pulau.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook