Tren Aset Kripto Makin Marak, Ini Dia 10 Koin Kripto Terbesar di Dunia!

Di tengah meningkatnya investasi kripto, tercatat ada lebih dari tiga ribu token kripto yang baru masuk di tahun 2022.

Tren Aset Kripto Makin Marak, Ini Dia 10 Koin Kripto Terbesar di Dunia! Bitcoin menjadi aset kripto dengan kapitaliisasi pasar terbesar di dunia/Unsplash

Berdasarkan riset dari perusahaan teknologi informasi Accenture yang bertajuk, “Digital Assets: Unclaimed Territory,” sebanyak 52 persen investor di Asia telah berinvestasi ke aset digital. Hal ini menjadikan tren investasi aset digital sebagai investasi paling populer nomor lima setelah ekuitas, pendapatan tetap, kas ekuivalen, dan real estat.

Adapun, Indonesia mendapatkan ranking nomor satu sebagai negara dengan tren investasi aset digital paling populer di pasar Asia dengan total 86 persen. Rinciannya yakni, sejumlah 72 persen investor di Indonesia telah berinvestasi dan sekitar 14 persen mempunyai ketertarikan untuk memulai investasi.

Meskipun kondisi pasar kripto sedang berada dalam kondisi dingin sejak awal tahun 2022, namun hal itu tidak menyurutkan jumlah koin yang masuk di awal tahun. Diketahui bahwa per 1 Januari 2022, jumlah koin dan token kripto sudah mencapai 16.238. tercatat, pasar kripto telah menumbuhkan sekitar 3.555 aset digital baru.

Jumlah mata uang kripto meningkat dari waktu ke waktu, yang menunjukkan banyaknya peminat cryptocurrency saat ini. Mengacu pada situs Coinmarketcap.com, inilah sepuluh koin kripto tersbesar menurut kapitalisasi pasarnya.

10 koin kripto dengan total kapitalisasi pasar terbesar per Juni 2022 | Goodstats

1. Bitcoin (BTC)

Bitcoin (BTC) pertama kali diciptakan oleh Satoshi Nakamoto di tahun 2009. BTC bergerak di sistem blockchain, atau teknologi yang digunakan untuk menyimpan data digital yang mencatat semua transaksi dalam kriptografi.

BTC menjadi koin kripto yang perdagangannya paling menjanjikan menurut Analytics Insight, bahkan diprediksi menjadi koin yang paling banyak dibeli di tahun 2022. Bahkan, El Savador menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di negaranya.

Harga Bitcoin telah meningkat sangat pesat dari tahun ke tahun. Pada bulan Mei 2016, Bitcoin diperdagangkan dengan harga kisaran $500 atau Rp. Per 1 Juni 2022, harga satu BTC adalah sekitar $29.700 atau Rp. Terhitung, angka pertumbuhannya lebih dari 5.800 persen dari tahun 2016.

Melansir Coinmarketcap.com, harga koin BTC saat ini mencapai $20,3 ribu atau sekitar Rp300,9 juta dan kehilangan 23,63 persen selama seminggu terakhir per Senin, (20/6). Sementara itu, Bitcoin masih menjadi koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia dengan jumlah senilai $391 miliar dolar atau Rp5,7 kuadriliun.

2. Ethereum (ETH)

Ethereum pertama kali diciptakan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014 dengan token kripto yang disebut ETH. Menurut Forbes.com, Ethereum banyak disukai para developer karena merupakan platform smart contract terbesar. ETH juga mewadahi teknologi-teknologi kripto, mulai dari DeFi hingga NFT, koin meme, dan bahkan teknologi dApp.

ETH merupakan kripto yang paling menjanjikan setelah Bitcoin menurut Analytics Insight karena mampu bertahan sepanjang periode ditengah gejolak pasar kripto dan telah memberikan pengembalian investasi (Return on Investment/ROI) investor lebih dari 650.000 persen.

Harga ETH saat ini diperdagangkan di level $1,097 ribu dolar atau Rp16,2 juta per Senin, (20/6). Tercatat, harga ETH melonjak sebesar 16.300 persen dari bulan April 2016 yang diperdagangkan $11 atau Rp per koinnya. Kapitalisasi pasarnya saat ini sebesar $136,54 miliar dolar atau sekitar Rp2,02 ribu triliun dan menempati posisi kedua setelah Bitcoin.

3. Tether (USTD)

Pada Juli 2014, sebuah mata uang kripto bernama RealCoin diluncurkan. Lalu, di bulan November, RealCoin berganti nama menjadi Tether dan mulai diperdagangkan pada bulan Februari 2015 oleh perusahaan bernama Tether Ltd, dengan token yang disebut USTD.

USTD memiliki tujuan untuk memfasilitasi cyptocurrency sesuai dengan kurs mata uang fiat, seperti dolar AS atau Euro. USTD mempertahankan rasio satu banding satu dengan dolar AS, sehingga USTD dapat dikatakan sebagai koin kripto yang stabil.

Tercatat bahwa harga satu USTD diperdagangkan senilai $0,99 atau Rp14,6 ribu per Senin, (20/6). Kapitalisasi pasar Tether saat ini menempati posisi ketiga dalam daftar kapitalisasi pasar kripto terbesar di dunia sebesar $67,84 miliar dolar atau setara Rp1,05 kuadriliun dengan volume perdagangan mencapai $56,12 miliar dolar.

4. USD Coin (USDC)

USD Coin dengan tokennya yang disebut sebagai USDC pertama kali diluncurkan pada bulan September 2018 oleh perusahaan teknologi pembayaran Circle. Sama seperti Tether, USDC masuk di jaringan stablecoin dan memiliki rasio satu banding satu dengan dolar AS. Namun, USDC dikatakan lebih aman untuk digunakan dibanding dari segi audit serta regulasi. USDC mengikuti regulasi Amerika Serikat dan bekerja sama dengan bank maupun auditor untuk diaudit tiap bulannya.

Melansir Coinmarketmap.com, harga USDC diperdagangkan $1 atau setara Rp14.850,00 per Senin, (20/6). Kapitalisasi pasarnya senilai $55,89 miliar dolar atau Rp828,7 triliun dengan volume perdagangan sebesar $5,97 miliar atau sekitar Rp88,5 triliun dalam 24 jam.

5. Binance Coin (BNB)

Binance coin merupakan koin kripto yang dikeluarkan oleh perusahaan Binance pada tahun 2017 dan diperdagangkan dengan token bernama BNB. Pada awalnya, koin ini hanya dapat digunakan di dalam platform milik Binance. Namun, sekarang fungsinya sudah berubah dan dapat diperdagangkan atau ditukan dengan cryptocurrency lainnya.

BNB merupakan salah satu koin kripto yang paling populer di dunia, dengan catatan ROI lebih dari 200.000 persen hanya dalam waktu hampir dari lima tahun. Pada perdagangan awalnya, harga BNB hanya $0,10 atau Rp1.482. Namun, saat ini harganya telah melonjak sekitar 300.000 persen di awal bulan Juni 2022 dengan harga per koinnya sekitar $300 atau Rp4,4 juta.

Harga BNB pada perdagangan hari ini adalah $208,04 dolar atau sekitar Rp3,08 juta. Adapun, kapitalisasi pasarnya mencapai $34,97 miliar dolar atau setara Rp515,5 triliun dan menempati posisi nomor lima setelah USD Coin sebagai kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia.

6. Binance USD (BUSD)

Binance USD atau BUSD merupakan stablecoin yang pertama kali dirilis pada September 2019 oleh perusahaan Binance dan perusahaan blockchain Paxos Trust. Mirip dengan USDC ataupun USDT, BUSD memiliki nilai yang serupa dengan kurs mata uang fiat, yakni dolar AS.

Melansir Coindesk.com, sejak hari pertama perilisannya di tahun 2019, harga BUSD tidak berubah sama sekali sampai pandemi global melanda pasar keuangan di tahun 2020. BUSD tercatat mencapai level tertingginya $1,11 atau Rp16.457 pada tanggal 11 Maret 2020 dan turun ke level terendahnya pada $0,88 kurang dari 24 jam kemudian.

Harga BUSD pada perdagangan hari ini adalah $1 dolar atau Rp14.867,00. Adapun, BUSD menempati posisi ke-enam dengan total kapitalisasi pasar sebesar $17,21 miliar dolar atau setara dengan Rp255,1 triliun.

7. Cardano (ADA)

Charles Hoskinson sebagai pendiri blockchain Ethereum, mulai mengembangkan Cardano pada tahun 2015 silam. Ia kemudian meluncurkan platform dan token utamanya yang bernama ADA di tahun 2017.

Menurut Forbes.com, token ADA memliki pertumbuhan yang relatif sederhana dibandingkan dengan koin kripto lainnya. Per 1 Juni 2022, harga koin ADA adalah $0,55 dolar atau Rp8.154,85. Angka ini hanya meningkat sebesar 2.650 persen dari harga di perdagangan awalnya pada tahun 2017, yakni $0,02 atau sekitar Rp.

Sementara itu, kapitalisasi pasarnya senilai $16,23 miliar atau Rp240,6 triliun. Harga koin ADA diperdagangkan di level $0,47 atau Rp6.968,00 pada perdagangan per Senin, (20/6).

8. Ripple (XRP)

Ripple pertama kali dirilis pada tahun 2012 oleh perusahaan berbasis teknologi bernama Ripple Labs Inc., dengan token bernama XRP. Pada awal tahun 2017, harga satu XRP adalah $0,006 atau setara Rp88,9 perak. Lalu, pada 1 Juni 2022, harganya mencapai $0,40 dolar atau sama dengan kenaikan lebih dari 6.400 persen dari awal tahun 2017.

Tercatat, harga koin XRP berada di level $0,318 atau senilai Rp4.714,99 pada perdagangan hari Senin, (20/6). Sementara, kapitalisasi pasarnya sebesar $15,73 miliar dolar atau Rp233,23 triliun dan menempati urutan nomor delapan sebagai koin kripto dengan kapitalisasi pasar paling besar di bulan Juni 2022.

9. Solana (SOL)

Solana merupakan salah satu koin kripto dengan pertumbuhan yang sangat besar dalam kurun waktu dua tahun sejak perilisannya di tahun 2020 silam. Terbukti, Solana dengan tokennya yang dinamakan SOL masuk di daftar sepuluh besar koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar.

Diketahui bahwa harga SOL meningkat sebanyak 5.100 persen per 1 Juni 2022 senilai $40,58 atau Rp601 ribu dari harga awal perdagangannya di tahun 2020 yang hanya senilai $0,77 atau setara dengan Rp11,4 ribu.

Adapun, ROI dari SOL sudah mencapai 18.000 persen dan menjadi koin kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar nomor sembilan dengan total $11,67 miliar dolar atau Rp173 triliun pada Senin, (20/6).

10. Dogecoin (DOGE)

Mata uang digital yang satu ini pada awal peluncurannya hanyalah sebauh lelucon yang diciptakan oleh Insinyur perangkat lunak Billy Markus untuk mengolok-olok mata uang digital lainnya, yakni Bitcoin. Dogecoin menampilkan wajah anjing Shiba Inu dan pertama kali diperkenalkan pada 6 Desember 2013 dengan tokennya yang dinamakan DOGE.

Pada perkembangannya, pertumbuhan DOGE terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada awal tahun 2021, bahkan angka pertumbuhannya mencapai lebih dari lima ribu persen. Elon Musk menjadi salah satu penguat utama. Melansir Katadata.co.id, bos perusahaan otomotif Tesla itu menyebutkan bahwa DOGE merupakan koin kripto favoritnya.

Harga token DOGE berada di level $0,05 atau setara dengan Rp741 perak pada perdagangan hari ini. Adapun, Dogecoin menempati posisi terakhir dalam daftar kapitalisasi pasar kripto tersbesar dengan total $7,98 miliar dolar atau senilai Rp118,4 triliun.

Penulis: Nada Naurah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Daftar Wilayah dengan Waktu Tunggu Haji Terlama di Indonesia, Ada yang Lebih dari 90 Tahun
Artikel Selanjutnya Karyawan di Indonesia Dinilai Lebih Sejahtera Saat Bekerja Hybrid
Konten Terkait