GoodStats
Pencarian
Masuk

Serba-Serbi perkembangan TikTok

TikTok menjadi aplikasi yang digandrungi banyak masyrakat seluruh dunia. Aplikasi yang punya algoritma unik ini punya perkembangan yang baik dari tahun ke tahun.

Serba-Serbi perkembangan TikTok Aplikasi TikTok | Unsplash/Solen Feyissa

Aplikasi TikTok semakin merambah ke seluruh dunia dan menuju berbagai segmentasi masyarakat. Beberapa alasan mengapa TikTok mudah merambah kepada masyarakat adalah karena sajian kontennya yang menarik dan algoritma For Your Page yang unik. Tak heran aplikasi asal Tiongkok ini tidak hanya digunakan untuk sarana hiburan, melainkan bisnis hingga jurnalisme.

Menurut data Statista, sejak tahun 2017 jumlah install TikTok semakin meningkat. Pada 2017, total install TikTok berada di angka 131,5 juta dan terus meningkat hingga 2020 di angka 980,7 juta install. Namun sayang, pada 2021 jumlah download TikTok sedikit menurun hingga 740 juta install

Dari seluruh dunia, 57 persen pengguna  TikTok adalah wanita, dan 43 persennya adalah Pria. Selain itu, Distribusi pengguna TikTok didominasi oleh kalangan umur 18-24 tahun dengan total pengguna 417 orang dengan didominasi oleh wanita di angka 23,8 persen. Pengguna TikTok dengan umur 25-24 tahun berada di urutan dua yang menggunakan Tiktok terbanyak. Sebaran pengguna TikTok ini memiliki sebaran yang dapat disimpulkan didominasi oleh kalangan muda, semakin tua umurnya pengguna TikTok semakin sedikit.

Hingga bulan April 2022, Amerika Serikat menjadi negara dengan pengguna TikTok terbanyak di dunia, dengan total pengguna di angka 136.42 juta orang. Cukup mengejutkan, Indonesia berada di peringkat dua sebagai negara dengan pengguna TikTok yang paling banyak. Pengguna TikTok di Indonesia berada di angka 99,07 juta orang.

Brasil berada di peringkat 4 sebagai negara dengan pengguna TIkTok terbanyak di dunia dengan total pengguna di angka 73,58 juta orang. Disusul Rusia dan Meksiko sebagai peringkat empat dan lima dengan total masing-masing pengguna berada di angka 51,30 dan 50,52 juta orang. Untuk China sendiri sedikit berbeda, di China TikTok bernama Duoyin dengan server yang beda dan target pasarnya masing-masing.

Penulis: Puja Pratama Ridwan
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 3 Kota di Pulau Jawa Ini Terancam Tenggelam dalam Beberapa Tahun ke Depan
Artikel Selanjutnya Papua dan NTT Masih Mengandalkan Kayu Bakar Sebagai Bahan Bakar Memasak
Konten Terkait

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook