Konflik terkait sumber daya air di Indonesia cenderung menurun dari tahun ke tahun. Menurut Pacific Institute, setidaknya ada 7 konflik yang berkaitan dengan sumber daya air yang terjadi di Indonesia, semuanya terjadi pada tahun 2012 hingga 2023.
Adapun Pacific Institute telah merangkum data terkait konflik sumber daya air selama 3 dekade terakhir. Data diperoleh dari hasil laporan media, studi konflik, dan publisitas dari seluruh dunia untuk memastikan data-data telah valid. Setiap konflik yang terdaftar dikategorikan ke dalam 3 bentuk.
Pertama, trigger, merupakan konflik di mana sumber air menjadi pendorong atau akar masalah. Dalam hal ini, air menjadi penyebab utama konflik yang terjadi, di mana biasanya terjadi isu terkait kepemilikan air atau sistem air, akses air, atau kelangkaan air, yang menyebabkan konflik.
Bentuk kedua adalah senjata, di mana air menjadi senjata dalam konflik. Dalam kasus ini, sumber air atau sistem air menjadi alat atau senjata yang digunakan dalam kekerasan.
Terakhir, casualty, di mana sumber air atau sistem air dijadikan sebagai korban. Dalam kasus ini, air menjadi target kekerasan, baik dalam konflik disengaja maupun tidak disengaja.
Dengan demikian, Pacific Institute berhasil menghimpun 7 konflik seputar sumber daya air yang terjadi di Indonesia, beberapa bahkan menimbulkan korban jiwa.
Pada 2012, sejumlah penyerang tercatat menembaki petugas keamanan yang mengawasi konvoi mobil tangki. Lalu masih di tahun yang sama, terjadi konflik air ketika massa memperebutkan sumber air. Namun kedua konflik ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Pada 2013, tercatat 5 orang tewas dalam aksi protes terhadap kekurangan air di penjara Indonesia. Tiga tahun berselang, bom meledak di pembangkit listrik tenaga air di Jawa Timur, namun tidak menimbulkan korban jiwa. Pada 2018, sejumlah korban luka-luka akibat protes ratusan mahasiswa terkait kenaikan harga air di Sulawesi.
Terbaru, pada 2022, pemberontakan bersenjata di Indonesia merusak sistem pasokan air untuk pos militer. Tahun 2023, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat merusak pipa air dan juga mengganggu akses air bersih di Kabupaten Oksibil.
Pada tahun 2024, tercatat tidak ada konflik seputar sumber daya air di Indonesia. Secara global, tercatat terdapat 785 konflik terkait air pada 2020 hingga 2023. Jumlahnya berangsur meningkat sejak 1970, di mana kala itu hanya terdapat 49 konflik terkait sumber daya air.
Baca Juga: Sumber Air Minum Bersih di Indonesia Terus Meningkat
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor