Perkembangan dan Tantangan Startup di Indonesia Sepanjang 2021

Di tengah lesunya perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19, perkembangan startup di Indonesia justru melesat akibat percepatan transformasi digital.

Perkembangan dan Tantangan Startup di Indonesia Sepanjang 2021 Ilustrasi startup | Yulia Grigoryeva/Shutterstock

Giat startup di Indonesia semakin menantang dari tahun ke tahun. Rilis Global Startup Ecosystem Report 2020 mengungkapkan bahwa Indonesia yang diwakili oleh Jakarta meraih peringkat ke-2 Top 100 Emerging Ecosystem Ranking. Artinya, Jakarta masuk dalam jajaran kota dengan ekosistem startup terbaik di dunia.

Utamanya perkembangan startup digital yang saat ini melesat sejalan dengan inisiasi pemerintah yang turut menggencarkan transformasi digital di berbagai sektor. Di sisi lain, banyaknya aktivitas yang beralih memanfaatkan teknologi digital akibat physical dan social distancing justru menimbulkan dampak positif bagi industri startup digital di masa pandemi Covid-19.

Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi dan Komunikasi Indonesia (MIKTI) merilis buku bertajuk Mapping & Database Startup Indonesia 2021 sebagai acuan untuk membantu berbagai pihak dalam menentukan kebijakan dan program yang tepat serta optimal bagi perkembangan startup di tanah air.

Lantas bagaimana gambaran perkembangan startup digital di Indonesia dan apa saja tantangan yang dihadapi terutama selama masa pandemi Covid-19?

Lebih dari 1.000 startup, didominasi wilayah Jabodetabek

Hingga laporan ini dirilis, Indonesia tercatat memiliki 1.190 startup yang tersebar di berbagai penjuru wilayah. Adapun mayoritas sebanyak 481 startup berada di wilayah Jabodetabek dengan persentase mencapai 39,59 persen dari total startup yang ada di Indonesia.

Persebaran jumlah startup di Indonesia tahun 2021 | GoodStats

Malang menyusul di urutan berikutnya dengan torehan 115 startup atau sebesar 10,01 persen dari total startup di Indonesia. Sementara itu, Bandung berada di posisi ke-3 dengan jumlah sebanyak 93 startup yang berdiri hingga saat ini. Adapun jumlah ini mencakup 7,87 persen total startup di seluruh Indonesia.

Berselisih tipis di posisi ke-4, Yogyakarta turut menjadi gudangnya startup di Indonesia. Adapun jumlah startup yang berkembang di Yogyakarta berjumlah sebanyak 85 startup (7,05 persen). Sementara itu, posisi ke-5 ditempati oleh Makassar dengan 61 startup yang mencakup 6,06 persen total startup di tanah air.

Di samping itu, startup di tanah air juga berkembang di wilayah Denpasar, Surabaya, Solo, Medan, Pekanbaru, dan masih banyak lagi. Total ada sebanyak 16 cakupan wilayah bermukimnya startup di Indonesia yang tercatat hingga tahun 2021.

Adapun sebagian besar startup di Indonesia berbentuk perseroan terbatas (PT) dengan persentase sebesar 51,39 persen. Di sisi lain, sebesar 29,10 persen startup di Indonesia belum berbadan hukum, 12,38 persen belum diketahui, dan 7,13 persen berbentuk persekutuan komanditer atau CV.

Sebagian besar bergerak di bidang usaha general

Lebih lanjut, temuan dari MIKTI mengungkapkan bahwa sebagian besar startup di Indonesia bergerak di bidang general atau umum. Adapun persentasenya mencapai 32,7 persen.

Persentase startup di Indonesia berdasarkan bidang usaha tahun 2021 | GoodStats

Sementara itu, bidang content creator menempati posisi ke-2 dengan raihan persentase sebeasr 16,48 persen. Disusul eCommerce di posisi ke-3 dengan persentase sebesar 14,59 persen. Sektor financial technology (fintech) menempati posisi ke-4 dengan persentase sebesar 8,52 persen dan digital tourism di posisi ke-5 dengan raihan sebesar 6,97 persen.

Sisanya, startup Indonesia bergerak di sektor edutech, media, health tech, game developer, aggrotech, dan digital logistic. Total ada sebanyak 11 bidang usaha atau sektor startup yang bergerak hingga saat ini di Indonesia.

Modal jadi tantangan utama bagi startup Indonesia

Meskipun berkembang dengan pesat selama kurun waktu pandemi Covid-19 ini, sebesar 34,1 persen startup di Indonesia mengungkapkan bahwa kendala utama mereka dalam mengembangkan usaha rintisannya ialah modal.

Permasalahan yang dihadapi startup di Indonesia tahun 2021 | GoodStats

Persoalan mengenai sumber daya manusia (SDM) menjadi tantangan utama berikutnya setelah modal. Adapun sebesar 18,7 persen startup di Indonesia mengungkapkan kendalanya terkait dengan SDM.

Beberapa startup ada yang mengalami masalah dengan regulasi. Adapun persentasenya yakni sebesar 13,3 persen. Selain itu, beberapa tantangan lainnya yang diungkapkan oleh para pelaku startup di antaranya ialah pasar, strategi, serta fasilitas.

Berdasarkan masalah-masalah yang dipaparkan oleh para pelaku startup di Indonesia, MIKTI menganalisis ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki dalam ekosistem startup nasional. Perbaikan tersebut di antaranya meliputi pendanaan (24,4 persen), infrastruktur (16,7 persen), jaringan mentor (15,7 persen), pasar (15 persen), regulasi, inkubator akselerator (9,8 persen), dan lembaga pendidikan. (3,8 persen).

Sebesar 42,6 persen pelaku startup menaruh ekspektasi terhadap pemerintah terkait peningkatan akses permodalan. Diikuti ekspektasi terhadap akses SDM sebesar 17,2 persen, akses pasar 23 persen, dan terakhir akses mentor sebesar 17,2 persen.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 10 Sungai Terpanjang di Dunia, dari Nil hingga Amur
Artikel Selanjutnya Papua Miliki Ekosistem Mangrove Terluas di Indonesia
Konten Terkait