Mayoritas Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Masak di Rumah untuk Makanan Sahur dan Berbuka

Mayoritas responden lebih memilih memasak di rumah untuk berbuka puasa dan sahur, dengan persentase di angka 95% untuk sahur dan 88% untuk berbuka

Mayoritas Masyarakat Indonesia Lebih Pilih Masak di Rumah untuk Makanan Sahur dan Berbuka Ilustrasi hidangan berbuka puasa | crapwood15/Shutterstock

Pada bulan Ramadan, persiapan makan diorientasikan pada dua waktu, yakni waktu berbuka puasa dan waktu sahur. Lembaga survei Jakpat baru-baru ini turut membahas mengenai perilaku masyarakat muslim Indonesia dalam menyiapkan makanan pada waktu berbuka dan sahur melalui laporan surveinya yang bertajuk "Welcoming 2023 Ramadan & Eid" yang dirilis pada Rabu (15/3) lalu.

Pada salah satu bagian surveinya, Jakpat turut membahas mengenai preferensi masyarakat muslim Indonesia dalam menyiapkan santapan berbuka dan sahur. Hasilnya, mayoritas responden lebih memilih memasak di rumah untuk berbuka puasa dan sahur, dengan persentase di angka 95% untuk sahur dan 88% untuk berbuka.

Membeli makan secara take away menjadi preferensi terbanyak kedua dengan masing-masing persentase di angka 28% untuk sahur dan 53% untuk berbuka. Selain itu, delivery makanan secara daring juga turut menjadi preferensi utama masyarakat dengan persentase 21% untuk waktu sahur dan 33% untuk waktu berbuka.

Angka makan langsung di restoran untuk waktu berbuka cukup tinggi, yakni di angka 37%, sementara makan di restoran pada waktu sahur berada pada angka 13%. Katering juga turut menjadi preferensi sampingan masyarakat Indonesia dalam menyiapkan santapan berbuka dan sahur yang hanya dipilih oleh kurang dari 7% responden.

Preferensi masyarakat dalam menyiapkan makanan berbuka dan sahur | GoodStats

"Responden lebih cenderung membeli makanan dari luar untuk berbuka dibandingkan sahur, sedangkan 95% responden memesan makanan dari layanan pesan antar online untuk sahur dan 3 responden untuk buka puasa," tulis Jakpat dalam laporan surveinya.

"Pada Ramadan 2022, setengah dari responden yang memesan makanan secara online melakukan transaksi 1-3 kali dalam sepekan. Sementara itu, 10% bergantung pada pengiriman makanan online untuk setidaknya satu kali makan dalam sehari selama bulan Ramadan," lanjut Jakpat.

Jakpat juga turut mengungkapkan perilaku masyarakat dalam membeli makanan secara daring saat bulan Ramadan. Jakpat menyebut, hampir separuh atau mayoritas masyarakat muslim Indonesia setidaknya membeli makanan secara daring 1 hingga 3 kali dalam sepekan pada Ramadan 2022 lalu.

Lebih lanjut, 23% masyarakat melakukan pembelian makanan secara daring sebanyak 4 hingga 6 kali dalam sepekan, sementara 18% masyarakat melakukan pembelian makanan secara daring kurang dari 4 kali dalam sebulan. Menariknya, ada 10% masyarakat yang membeli makanan secara daring setidaknya satu kali dalam sehari.

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Apa Pendapat Publik Soal Putusan MK Atas Sengketa Pemilu 2024?

Dalam beberapa survei, opini publik soal sengketa Pemilu 2024 menunjukkan keberagaman. Salah satu latar belakang yang berpengaruh adalah pilihan di Pemilu lalu.

Menormalisasi Skincare bagi Kaum Pria

Tidak hanya wanita, skincare dibutuhkan oleh semua kalangan, termasuk laki-laki. Bahkan penggunaan skincare justru lebih dibutuhkan oleh laki-laki.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X