Pekerja komuter adalah mereka yang bekerja di luar kota atau kabupaten tempat tinggal dan melakukan perjalanan pergi serta pulang ke tempat tinggalnya di hari yang sama. Praktik ini semakin sering dilakukan seiring dengan berkembangnya sarana dan prasarana transportasi publik.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah pekerja komuter pada Agustus 2025 mencapai 7,69 juta orang. Angka ini terus naik dalam dua tahun terakhir, dengan capaian masing-masing 7,38 juta pada 2023 dan 7,59 juta pada 2024.
Pekerja komuter lahir akibat kurangnya ketersediaan lapangan kerja dari daerah asal. Ketatnya persaingan kerja yang terjadi mendorong masyarakat untuk mencari peluang pekerjaan di luar daerah tempat tinggalnya.
Di Indonesia sendiri, praktik komuter biasa dilakukan oleh pekerja dengan beragam karakteristik. BPS dalam laporan Keadaan Ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025 menyajikan data terkait karakteristik pekerja komuter menurut tingkat pendidikan dan moda transportasi yang digunakan.
Karakteristik Pekerja Komuter Menurut Tingkat Pendidikan
Hasil survei menunjukkan bahwa pekerja lulusan Diploma IV sampai jenjang S3 mendominasi proporsi komuter dengan perolehan 24,92% pada Agustus 2025. Meski mendominasi, nyatanya angka ini terus turun sejak periode Agustus 2024 sebesar 1,05%.
Kondisi ini mengindikasikan beberapa hal. Di satu sisi, jumlah komuter dari golongan pendidikan tinggi berkurang karena beberapa mulai mendapat pekerjaan yang lebih baik di daerah asal. Namun di sisi lain, penurunan ini juga bisa terjadi karena perpindahan domisili pekerja ke daerah tempatnya bekerja maupun fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK).
Selanjutnya, pekerja lulusan Sekolah Menengah kejuruan (SMK) menempati posisi kedua terbanyak dengan capaian 24,43%, tak jauh berbeda dari kategori pekerja sebelumnya. Namun, kebalikan dari yang sebelumnya, pekerja lulusan SMK justru memperoleh kenaikan tertinggi sejak Agustus 2024, mencapai 1,71%.
Lebih lanjut, terdapat pekerja lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) sebanyak 23,47%, Sekolah Dasar (SD) ke bawah sebanyak 11,1%, Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan 10,76%, dan lulusan Diploma I-III dengan 5,32%.
Karakteristik Pekerja Menurut Moda Transportasi
Menurut moda transportasi yang digunakan, pada Agustus 2025, 90,86% publik memilih menggunakan kendaraan pribadi atau dinas untuk mobilisasi ke tempat kerja. Hal inilah yang menyebabkan kemacetan lalu lintas kerap terjadi di kota-kota besar seperti Jakarta. Volume kendaraan yang memadati jalanan tidak hanya berasal dari satu kota melainkan dari kota-kota lainnya.
Lalu terdapat sarana transportasi umum dengan perolehan 7,16%, jumlahnya naik 0,50% sejak tahun lalu di periode yang sama. Walau tak besar, kenaikan ini jadi awal positif dari kebangkitan transportasi umum di Indonesia.
Kemudian 0,89% lainnya memilih menggunakan transportasi online. Sementara itu, 1,09% sisanya mengaku menggunakan moda transportasi lain atau berjalan kaki.
Baca Juga: 5 Provinsi dengan Pekerja Komuter Tertinggi di Indonesia
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/11/05/2479/keadaan-ketenagakerjaan-.html
Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor