Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia Mencapai 112 Orang

Menuju puncak Haji 2024, kesehatan dan keselamatan jemaah haji Indonesia menjadi perhatian pemerintah.

Jumlah Jemaah Haji Indonesia yang Meninggal Dunia Mencapai 112 Orang Ibadah Haji di Arafah. Sumber: Getty Images oleh Omar Chatriwala

Memasuki hari ke-34, total jemaah haji asal Indonesia yang meninggal dunia mencapai 112 orang. Jemaah yang meninggal dunia paling banyak terjadi di Makkah.

Per 14 Juni 2024, jumlah Jemaah Haji yang meninggal dunia sudah melampaui 100 orang.
Per 14 Juni 2024, jumlah jemaah haji yang meninggal dunia sudah melampaui 100 orang | GoodStats

Seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan ke Arafah untuk Wukuf, pada Jumat, 14 Juni kemarin. Jemaah mulai diberangkatkan pukul 8 waktu Arab Saudi, menggunakan bis dengan beberapa gelombang. 

“Pemerintah Arab Saudi telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1445 Hijriah, bertepatan dengan 7 juni 2024 Masehi. Karenanya, Wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah 1445 Hijriah jatuh pada 15 Juni 2024 Masehi,“ jelas Widi Dwinanda, Tim Media Center Kementerian Agama.

Kementerian Agama dalam situs resminya menyatakan, terdapat asuransi bagi jemaah yang meninggal dunia saat berhaji.

“Asuransi diberikan sejak jemaah masuk asrama, waktu pemberangkatan, dan ketika mereka masih di asrama saat pemulangan,” tutur Widi.

Dua asuransi yang disediakan berupa asuransi jiwa dan asuransi kecelakaan. Besaran asuransi minimal sejumlah Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) di setiap embarkasi. 

Jemaah yang meninggal dunia karena kecelakaan, akan diberikan dua kali besaran Bipih per embarkasi. Kemudian, jemaah yang mengalami kecelakaan hingga mengakibatkan cacat tetap, mendapat santunan dengan besaran antara 25-100% Bipih per embarkasi.

Tahun ini, terdapat 300 jemaah haji yang termasuk penyandang disabilitas. Akan tetapi, Kementerian Agama memastikan kelancaran ibadah jemaah haji dengan bantuan para panitia di lokasi. 

Di Arafah, sudah tersedia 1.169 tenda untuk jemaah haji Indonesia. Untuk dapat beribadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina atau Armuzna, jemaah haji harus menggunakan Smart Card yang dikeluarkan oleh Pemerintah Arab Saudi.

Segera setelah puncak haji berakhir, sebagian jemaah haji asal Indonesia akan dipulangkan ke tanah air. Pada 13 Juni lalu, enam kloter jemaah haji telah menimbang koper untuk persiapan pulang ke Indonesia.

“Enam kloter ini yang akan diberangkatkan ke tanah air paling awal setelah selesai puncak haji. Agar tidak terburu-buru, maka penimbangan kita laksanakan lebih awal,” jelas Yusuf Prasetyo, Kepala Seksi Kedatangan dan Keberangkatan Daerah Kerja Makkah.

Salah satu kloter yang akan dipulangkan paling awal adalah SOC 01, dari embarkasi Solo. Setelah tiba pertama kali di Tanah Suci pada 12 Mei lalu, kloter ini direncanakan akan sampai di Indonesia pada 22 Juni mendatang.

Penulis: Ajeng Dwita Ayuningtyas
Editor: Editor

Konten Terkait

Ada Berapa Kasus “Pegi Perong” di Indonesia?

Salah tangkap maupun salah prosedur, hal ini jadi bukti kelalaian Kepolisian Republik Indonesia.

Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Deforestasi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, apakah ini sinyal akan terjadinya konflik manusia dan satwa yang lebih masif?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook