Inilah Data Kontribusi Suara Parpol di Pemilu 2024 Kepada Prabowo-Gibran

Gerindra dan PSI dominasi jajaran atas. Menarik, lebih dari 50% pemilih Perindo-Hanura memilih 02. Selain itu, sekitar 50% pemilih PPP-PKB turut memilih 02

Inilah Data Kontribusi Suara Parpol di Pemilu 2024 Kepada Prabowo-Gibran Kampanye Prabowo-Gibran di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta | Foto: Jawa Pos/Dery Ridwansyah

Kehadiran partai politik dapat membantu peningkatan suara pasangan calon presiden dan wakil presiden di Pemilu 2024 ini. Kali ini, koalisi pasangan calon (paslon) terbesar ada di pasangan nomor urut 02, yaitu Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.

Paslon ini didukung oleh Koalisi Indonesia Maju yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, Partai Demokrat, PBB, Partai Gelora Indonesia, PSI, Partai Garuda, serta satu partai lokal Aceh yaitu Partai Aceh.

Hal ini membuat pendukung partai tersebut berpeluang besar untuk memilih pasangan Prabowo-Gibran. Menurut Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UMJ Sri Yunanto, partai politik inilah yang akan melakukan manuver politiknya demi bisa memenangkan pasangan calon dukungannya.

"Partai politik, kekuatan-kekuatan politik, kelompok bisnis menyadari perlunya segera melakukan manuver agar tidak terlambat main dalam mempengaruhi kontestasi presiden nanti demi kepentingan politik dan bisnisnya," kata Sri Yunanto dalam laman UMJ.

Gerindra-PSI tertinggi, Perindo-PPP masuk 10 besar

Kaitan partai politik terhadap pilihan ke Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024 | GoodStats

Dalam sebuah laporan dari Litbang Kompas, Gerindra dan PSI memiliki persentase kontribusi terbesar dengan angka 87,61% serta 82,55%. Namun, hanya Gerindra yang lolos ke Senayan dengan perolehan suara 20 juta suara, atau setara 13,22%. PSI sendiri tidak lolos setelah tidak mencapai ambang 4% batas parlemen, dengan suara PSI sebanyak 4,26 juta atau setara 2,8%.

Selanjutnya, persentase tinggi ada pada PBB, Demokrat, Garuda, serta Golkar dengan persentase di kisaran 70%. Partai-partai ini seluruhnya merupakan partai politik pengusung Prabowo Subianto.

Yang menarik, terdapat partai pengusung pasangan calon lain, yang masuk di posisi 10 besar. Partai seperti Perindo masuk dalam posisi nomor tujuh. Partai yang dikepalai oleh Hary Tanoesoedibjo ini disebut 67,14% memilih Prabowo. Selain itu, 60,32% pemilih Hanura memilih Prabowo, sementara 46% pemilih PPP memilih 46,96%.

Pemilih partai pengusung Anies-Muhaimin yaitu PKB dan Nasdem turut berkontribusi. 45,58% pemilih PKB disebut memilih Prabowo, sementara 38,74% pemilih Nasdem memilih Prabowo.

Isu PKB dan PPP gabung Prabowo-Gibran

Dugaan mengenai masuknya partai seperti PKB dan PPP ke koalisi pendukung Prabowo-Gibran hangat dibicarakan di masyarakat. Menanggapi hal ini, kedua partai mengaku belum memutuskan apa-apa berkaitan dengan masa depan suara partainya.

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal menyebut bahwa PKB belum mengeluarkan keputusan apapun. Ia mengatakan bahwa pihaknya masih fokus dalam mengawal suara di Pemilu 2024.

"Tidak berbicara masalah PKB ada kesiapan atau melakukan suatu sikap koalisi atau oposisi belum ada sampai sekarang,” kata Cucun mengutip Kompas.

Sementara itu, calon presiden (capres) nomor urut 01 Anies Baswedan menyatakan bahwa ia akan selalu berada di posisi perubahan. Hal ini menguatkan dugaan bahwa ia akan terus beroposisi.

"Saya sampaikan saya akan terus berada di dalam baris perjuangan perubahan," tegas Anies dalam Detik.

Di sisi lain, pihak PPP juga melontarkan tanggapan yang senada. Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP Romahurmuziy mengatakan bahwa keputusan tersebut belum dibahas di internal partai. PPP akan selalu mengedepankan hasil forum musyawarah kerja nasional (Mukernas).

“Belum ada pembahasan resmi di internal PPP, tapi yang disampaikan ketum adalah refleksi sikap banyak fungsionaris PPP. Terbukti dari exit poll beberapa lembaga survei, pemilih PPP yang ke 02 (Prabowo-Gibran) juga sekitar 40-an persen,” sebut Romahurmuziy mengutip ERA.

Penulis: Pierre Rainer
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

2023 Capai Angka Tertinggi Kecelakaan Lalu Lintas 5 Tahun Terakhir

Dalam 5 tahun terakhir, kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada 2023. Akan tetapi, jumlah korban meninggal dunia paling banyak berjatuhan pada 2022.

Perselisihan dan Pertengkaran jadi Faktor Utama Perceraian di Indonesia

Sering berakar dari isu yang sering dianggap sepele, perselisihan dan pertengkaran berkontribusi sebesar 61,67% terhadap kasus perceraian di Indonesia.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X