Inilah Aktivitas Digital yang Lebih Sering Dilakukan Masyarakat Saat Bulan Ramadan

Berbagai aktivitas digital tidak hanya memudahkan masyarakat untuk tetap terhubung secara sosial, tetapi juga memperkaya pengalaman spiritual selama Ramadan.

Inilah Aktivitas Digital yang Lebih Sering Dilakukan Masyarakat Saat Bulan Ramadan Ilustrasi Keluarga yang Melakukan Aktivitas Digital Bersama | Foto : Pinterest

Ramadan, bulan suci bagi umat Muslim yang selalu diwarnai dengan kegiatan keagamaan, refleksi spiritual, dan solidaritas sosial. Dengan kemajuan teknologi digital, pengalaman Ramadan tahun 2024 ini telah mengalami transformasi yang signifikan.

Beragamnya aktivitas digital yang dapat menunjang ibadah, seperti mengakses Quran digital, berpartisipasi dalam diskusi agama online, atau berbagi pesan-pesan kebaikan melalui media sosial, telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Ramadan.

Setiap individu masyarakat pun memiliki preferensi masing-masing dalam memanfaatkan teknologi digital selama bulan Ramadan. 

Aktivitas Digital yang Cenderung Meningkat Selama Ramadan | GoodStats

1. Mengakses Quran Digital

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Populix pada Februari 2024, terlihat bahwa aktivitas mengakses Qur'an digital mengalami peningkatan yang signifikan selama bulan Ramadan.

Sebanyak 62% dari responden melaporkan peningkatan dalam kegiatan ini, sementara 32% menyatakan bahwa aktivitas tersebut tetap sama seperti biasanya, dan hanya 6% yang melaporkan penurunan.

Salah satu alasan utama di balik peningkatan ini mungkin karena Ramadan merupakan bulan yang penuh berkah dan keberkahan, di mana umat Muslim merasa terdorong untuk lebih mendalami ajaran Al-Quran.

Dengan adanya Quran digital, masyarakat dapat dengan lebih mudah mengakses ayat suci, melakukan bacaan harian, serta mempelajari tafsir dan konteks ayat-ayat yang mereka baca. Selain itu, Quran digital juga memungkinkan untuk melakukan pencarian ayat atau tema tertentu dengan cepat, memperkaya pengalaman spiritual selama Ramadan.

2. Mengakses Media Sosial

Akses terhadap media sosial juga menjadi aktivitas yang lebih banyak dilakukan oleh masyarakat selama bulan Ramadan. Sebanyak 58% dari responden menyatakan bahwa mereka meningkatkan aktivitas mereka di platform-platform media sosial, sementara 36% menyatakan tidak ada perubahan signifikan, dan hanya 6% yang mengalami penurunan.

Salah satu faktor yang mungkin menyebabkan peningkatan ini adalah keinginan untuk terhubung secara sosial dengan sesama umat Muslim, baik untuk berbagi pesan-pesan kebaikan, mengikuti kajian agama, atau sekadar berbagi pengalaman dalam menjalani ibadah Ramadan.

Selain itu, melalui media sosial, masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam komunitas online yang berbagi nilai-nilai keagamaan dan spiritual seperti berbagi kutipan Al-Quran, hadis, dan pesan-pesan motivasi yang menginspirasi.

3. Menonton Video

Aktivitas menonton video juga menjadi populer selama bulan Ramadan, dengan 52% dari responden melaporkan peningkatan dalam kegiatan ini. Sebanyak 40% menyatakan bahwa aktivitas menonton video mereka tetap sama, sementara 8% mengalami penurunan.

Penyebab dari peningkatan ini mungkin karena adanya konten-konten khusus Ramadan yang disediakan oleh berbagai platform, seperti konten ceramah agama, acara-acara keagamaan, atau bahkan konten hiburan yang mengangkat tema-tema Ramadan.

Di sisi lain, banyaknya pilihan jenis video resep masakan untuk menu Ramadan, dan resep aneka kue lebaran juga memungkinkan untuk menjadi alasan peningkatan akses video online selama bulan Ramadan.

Selain itu, karena banyaknya waktu luang yang dihabiskan di rumah selama bulan Ramadan, masyarakat cenderung memanfaatkannya dengan menonton video sebagai hiburan atau sumber inspirasi.

Dalam konteks yang semakin terhubung secara digital, teknologi tidak hanya memfasilitasi praktik ibadah, tetapi juga memperkaya pengalaman spiritual dan sosial selama bulan penuh berkah ini. Hubungan yang erat antara aktivitas digital dan Ramadan mencerminkan adaptasi dan transformasi dalam praktik keagamaan seiring dengan perubahan zaman.

Walau demikian, sebaiknya kita tetap membatasi waktu yang dihabiskan di dunia maya dan tetap memberikan perhatian yang cukup pada ibadah, refleksi spiritual, dan interaksi langsung dengan keluarga dan komunitas. Dengan demikian, kita dapat meraih manfaat maksimal dari teknologi digital tanpa mengabaikan esensi dan nilai-nilai yang diyakini dalam merayakan Ramadan.

Penulis: Brilliant Ayang Iswenda
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Indonesia Penyumbang Sampah Sisa Makanan Terbesar di ASEAN

Indonesia menyumbang sampah sisa makanan sebanyak 20,93 juta kg setiap tahunnya, setara dengan kerugian sekitar Rp231-551 triliun.

KLHK Prediksi Sampah Mudik Lebaran 2024 Capai 58 Ribu Ton

Tumpukan sampah selama periode mudik Lebaran 2024 diprediksi mencapai 58 juta ton, KLHK insiasikan Mudik Minim Sampah kembali pada tahun ini.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X