Indonesia Jadi Negara Paling Optimis Sambut 2026

Sebanyak 90% responden Indonesia optimis 2026 akan lebih baik dibanding 2025, tertinggi dari negara lain.

Indonesia Jadi Negara Paling Optimis Sambut 2026 Ilustrasi 2026 | Pexels
Ukuran Fon:

Di tengah ketidakpastian global yang masih membayangi perekonomian dunia, optimisme masyarakat Indonesia justru menunjukkan tren yang kuat. Memasuki 2026, persepsi publik terhadap kondisi ekonomi, peluang kerja, dan kualitas hidup ke depan cenderung membaik. Keyakinan bahwa situasi akan lebih baik pada tahun berikutnya menjadi modal penting bagi stabilitas sosial dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Survei dari Ipsos menyebutkan bahwa rata-rata 71% responden global merasa optimis bahwa 2026 akan lebih baik dibanding 2025. Menariknya, tingkat optimisme responden Indonesia tercatat jadi yang tertinggi dari 30 negara lain dalam survei, mencapai 90%.

Baca Juga: Optimis, 6% Publik Yakin Tidak Akan Terkena PHK

Optimisme warga Indonesia terhadap 2026 masih sama tingginya dengan optimisme menyambut 2025, yakni sebesar 90%. Sebanyak 84% responden juga yakin warga Indonesia akan merasa lebih optimis untuk masa depan jangka panjang. Semangat ini lahir dari harapan akan pemulihan ekonomi, aktivitas konsumsi yang semakin baik, dan kebijakan pemerintah yang terus membentuk ekspektasi positif masyarakat.

Sejalan dengan itu, Indonesia juga jadi negara yang paling optimis bahwa AI tidak akan mengambil pekerjaan manusia, jauh lebih tinggi dibanding negara lain dalam survei. Optimisme ini menandakan potensi menguatnya pasar tenaga kerja, terutama di kalangan anak muda.

Meski begitu, banyak warga yang mengkhawatirkan kondisi ekonomi, dengan 54% responden Indonesia merasa ekonomi nasional akan melambat pada 2026. Nilai ini lebih tinggi dibanding rata-rata global sebesar 48%.

Kolombia berada di posisi kedua dengan 89% respondennya optimis 2026 akan lebih baik dibanding 2025, naik 1% dibanding optimisme tahun sebelumnya. Melengkapi daftar tiga besar adalah Chili, Thailand, dan Peru dengan tingkat optimisme mencapai 86%.

India melanjutkan pemeringkatan dengan tingkat optimisme sebesar 85%, disusul Argentina (83%), Afrika Selatan (82%), Meksiko (82%), dan Malaysia (82%).

Sebaliknya, Prancis menjadi negara paling pesimis akan tahun 2026, dengan tingkat optimisme hanya 41%, diikuti Jepang (44%) dan Belgia (49%).

Tidak Semuanya Positif

Menutup 2025, tidak semua warga Indonesia merasa puas. Sebanyak 61% responden merasa bahwa 2025 merupakan tahun yang buruk bagi Indonesia, dengan hanya 39% yang menilai sebaliknya. Proporsinya bertambah dari 2024, di mana 68% responden merasa tahun 2024 adalah tahun yang buruk. Meski begitu, Indonesia masih di bawah rata-rata nasional sebesar 66%.

Di sisi lain, 42% responden juga merasa tahun 2025 merupakan tahun yang buruk bagi keluarganya, masih lebih rendah dibanding rata-rata nasional sebesar 50%.

Secara keseluruhan, data di atas menegaskan bahwa optimisme masyarakat Indonesia terhadap tahun 2026 masih terus terjaga, dengan harapan bahwa kondisi ekonomi, sosial, dan pemerintahan bisa lebih baik pada tahun mendatang.

Adapun survei ini dilakukan secara daring pada 24 Oktober-7 November 2025 di 30 negara, melibatkan responden usia produktif. Di Indonesia, responden yang terlibat berusia 21-74 tahun.

Baca Juga: Tren Optimisme Masyarakat Indonesia Turun di Tahun 2025

Sumber: 

https://www.ipsos.com/en/ipsos-predictions-survey-2026

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Simak Perkembangan Jumlah Wilayah di Indonesia 1955-2025

Indonesia mengalami penambahan 28 provinsi, 60 kota, dan 252 kabupaten baru dalam 70 tahun terakhir.

Resmi Berlaku, Ini Jenis-Jenis Tindak Pidana dalam KUHP

KUHP resmi berlaku pada Jumat (2/1/2026), berikut jenis-jenis tindak pidana yang diatur di dalamnya.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook