Daftar 8 BUMN Akan Resmi Ditutup

Menteri (BUMN) Erick Thohir akan menutup 8 perusahaan BUMN. Pembubaran ini difokuskan pada BUMN yang dipandang tidak efektif secara bisnis.

Daftar 8 BUMN Akan Resmi Ditutup Menteri BUMN Erick Thohir | Wulandari Wulandari/Shutterstock

Dikonfirmasi oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir melalui unggahan video di akun instagramnya mengatakan akan menutup 8 BUMN yang sudah tak efektif secara bisnis.

Sesuai dengan target jumlah BUMN akan terus diperkecil hingga 2024 mendatang. "Jumlah BUMN akan semakin kecil, tapi semakin besar food print-nya. Ketiga peran pelayanan BUMN kepada masyarakat semakin maksimal, tentu ini semua ada KPI-nya," ujar Erick dalam unggahan video pendek di akun instagramnya pada Minggu (21/2/2022)

Penutupan massal perusahaan BUMN ini bukanlah kali pertama. Seperti yang terjadi pada 28 November 2021 lalu, Kementerian BUMN resmi menutup 70 perusahaan BUMN. Beberapa diantaranya adalah perusahaan BUMN yang sudah tidak beroperasi. Disusul dengan diumumkannya penutupan 74 anak dan cucu usaha perusahaan pelat merah lainnya, yang seluruhnya merupakan turunan dari PT Pertamina (Persero), PT Perkebunan Nusantara (Persero) atau PTPN, dan PT Telkom Indonesia.

Selain menutup beberapa perusahaan Erick Thohir juga melakukan sejumlah penggabungan BUMN, yang diantaranya PT Perikanan Nusantara (Persero) dengan Perum Perikanan Indonesia. BGR Logistics dengan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero). Selanjutnya Energy Management Indonesia yang dimasukkan ke PT PLN (Persero).

Pembubaran perusahaan BUMN ini dilakukan guna menekankan target utama bagi BUMN untuk berkontribusi besar kepada negara. Pembubaran ini difokuskan pada BUMN yang dipandang tidak efektif secara bisnis. Atau, perusahaan dengan tingkat revenue di bawah standar atau kecil akan diswastanisasikan.

Erick memastikan, penutupan perusahaan BUMN ini tidak akan berdampak pada pengurangan karyawan BUMN. Kepastian itu didasarkan pada keyakinan efisiensi jumlah anak dan cucu BUMN akan membuat bisnis perusahaan berkembang lebih baik. Berikut adalah daftar nama BUMN yang akan dilikuidasi atau ditutup kementerian BUMN tahun ini

Daftar 8 BUMN Akan Resmi Ditutup | Agaph/GoodStats
7 Perusahaan BUMN Pemilik Aset Terbesar 2020, Siapa Juaranya?

1. PT PLN Batubara

PLN Batubara merupakan entitas anak usaha PT PLN (Persero). Pemerintah menganggap PT PLN Batubara tidak tidak menjalankan fungsi memenuhi kebutuhan batubara pembangkit PLN hingga terjadi kelangkaan.

2. PT Industri Gelas (Persero) atau Iglas

PT Industri Gelas atau PT IGLAS (Persero) merupakan perusahaan yang memproduksi pembuatan kemasan gelas, khususnya botol. Perusahaan ini didirikan sejak 29 Oktober 1956 dan beroperasi pertama kali pada 1959.

3. PT Merpati Nusantara Airlines (Persero)

PT Maskapai penerbangan nasional ini didirikan sejak 1962 dan berpusat di Jakarta. Pada 1 Februari 2014, Merpati pernah menangguhkan seluruh penerbangan dikarenakan masalah keuangan akibat utang. Diketahui, Merpati membutuhkan Rp7,2 triliun untuk beroperasi kembali.

4. PT Kertas Leces (Persero)

Pabrik kertas yang sudah ada sejak zaman Hindia-Belanda ini juga akan ditutup. Pabrik ini berasal dari nama N.V Papier Fabriek Letjes, berdiri pada 1939 dan mulai beroperasi pada 1940, dengan menghasilkan kertas 10 ton per hari.

Keren, BUMN Konstruksi Indonesia Ini Langganan Garap Proyek Pembangunan di Luar Negeri

5. PT Kertas Kraft Aceh (Persero)

PT Kertas Kraft Aceh mulai beroperasi pada 1983 di Lhokseumawe, Aceh Utara. Tujuan awal KAA didirikan yaitu rangka swasembada kertas kantong semen. Produsen pembungkus semen dari Aceh ini terpaksa berhenti beroperasi sejak 2007 karena kesulitan mendapat bahan baku dan gas.

6. PT Istaka Karya (Persero)

Perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi ini sebelumnya bernama PT ICCI (Indonesian Consortium of Construction Industries) dan merupakan salah satu konsorsium yang beranggotakan 18 perusahaan konstruksi di Indonesia.

7. PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero)

PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional ini berdiri sejak 1974. Perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pembiayaan kapal, telekomunikasi, dan jasa pelayaran sektor maritim.

8. PT Industri Sandang Nusantara (Persero)

Dicanangkan pada swasembada kebutuhan pangan 1961 PT Industri Sandang Nusantara resmi berdiri pada 1999. Perusahaan ini memproduksi benang tenun, karung, dan karung plastik yang diproduksi oleh 7 baril pemintalan, 1 barel terpadu pemintalan dan pertenunan, serta satu pabrik karung plastik.

Selain daftar nama-nama tersebut Erick sudah mempersiapkan road map Kementerian BUMN untuk 10 tahun kedepan untuk menjaga terjadinya pergantian kebijakan jika terjadi perombakan kabinet kerja.

Jumlah BUMN Berdasarkan Kategori Lapangan Usaha, Sektor Mana yang Terbanyak?

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Editor

Artikel Sebelumnya Tren Konsumsi Minyak Sawit di Indonesia Terus Bertumbuh
Artikel Selanjutnya Apa Saja Komoditas Impor Indonesia dari Ukraina?
Konten Terkait