10 Negara dengan Tingkat Kriminalitas Tertinggi di Dunia

World Population Review mencatat, tingkat kejahatan dunia kini didominasi dari berbagai negara-negara di Amerika.

10 Negara dengan Tingkat Kriminalitas Tertinggi di Dunia Ilustrasi Garis Polisi I Prath/Shutterstock

Persoalan tindak kriminal dan beragam masalah sosial masih jadi tugas di setiap negara di dunia. Tidak hanya untuk melindungi para masyarakatnya, hal ini juga berkaitan dengan keamanan para wisatawan yang ingin berkunjung. Seperti yang terjadi di Amerika Serikat (AS) pada Senin (4/7) lalu. Penembakan tersebut terjadi di Highland Park di pinggiran kota Chicago, bertepatan dengan keramaian masyarakat yang merayakan parade Hari Kemerdekaan AS. Mengutip reuters, terdapat enam orang dilaporkan meninggal dunia dan 36 korban luka-luka.

Jika melihat dalam data World Population Review (WPR) tingkat kejahatan dunia kini didominasi dari berbagai negara-negara di Amerika. Diketahui, tingkat kejahatan secara keseluruhan di AS adalah 47,70. Angka tersebut menurun tajam selama 25 tahun terakhir.

Secara keseluruhan, tingkat kejahatan tersebut dihitung berdasarkan jumlah kejahatan terlapor dengan total populasi. Kemudian, hasilnya dikalikan dengan 100.000 berdasarkan perhitungan jumlah kejahatan x per 100.000 orang. Terdapat banyak faktor yang mempengaruhi tingkat kejahatan di beberapa negara.

Lalu siapa saja mereka?

1. Venezuela

Ilustrasi bendera Venezuela dengan borgol I Global Image Archive/Shutterstock

Venezuela menjadi peringkat pertama sebagai negara dengan tingkat kriminal tertinggi dengan indeks 83,76. WPR menjelaskan tingginya tingkat kejahatan Venezuela disebabkan dengan tingkat kasus korupsi di antara otoritas Venezuela, sistem pendidikan yang cacat, sistem peradilan yang lemah, dan buruknya kontrol kepemilikan senjata.

Departemen Luar Negeri AS bahkan telah mengeluarkan peringatan perjalanan level 4 untuk Venezuela, yang menunjukkan bahwa negara tersebut tidak aman sebagai negara tujuan bepergian.

2. Papua Nugini

Ilustrasi bendera Papua Nugini dengan ThemisI Osman Bugra Nuvasil/Shutterstock

Posisi kedua diisi oleh Papua Nugini dengan indeks kejahatan 80,79. Kejahatan di Papua Nugini didominasi oleh kekerasan, dan juga kejahatan terorganisir berupa korupsi yng terjadi di kota-kota besar. Hal tersebut dipicu oleh perubahan sosial, ekonomi, dan politik yang cepat. Selain itu, letak geografi Papua Nugini menjadi tempat yang strategis untuk perdagangan narkoba dan manusia.

3. Afrika Selatan

Ilustrasi bendera Afrika Selatan dengan pistol I Arisha Ray Singh/Shutterstock

Afrika Selatan memiliki tingkat kejahatan tertinggi ketiga di dunia, dengan total indeks 76,86. Tingkat kejahatan didominasi dengan kasus penyerangan, pemerkosaan, pembunuhan, dan tindakan kekerasan lainnya. Hal tersebut berkaitan dengan beberapa faktor, yakni tingkat kemiskinan yang tinggi, ketidaksetaraan pengangguran, pengucilan sosial, dan normalisasi kekerasan.

WPR mencatat, tingkat pemerkosaan di Afrika Selatan merupakan yang tertinggi di dunia. Dewan Riset Medis Afrika Selatan menilai, 1 dari 4 pria yang disurvei mengaku melakukan pemerkosaan.

4. Afghanistan

Ilustrasi bendera Afganistan dengan palu kayu hakim I Ralf Liebhold/Shutterstock

Afghanistan memiliki tingkat kejahatan tertinggi nomor 4 di dunia, dengan total indeks 76,31. Kejahatan yang kerap terjadi hadir dalam berbagai bentuk, seperti halnya korupsi, pembunuhan langsung/kontrak, penculikan, pencucian uang, dan perdagangan narkoba.

Afganistan memasok 85 persen dari opium ilegal di dunia pada tahun 2020. Taliban yang mendapatkan kembali kendali atas Afganistan pada tahun 2021, telah berjanji untuk membasmi industri opium, tetapi hal tersebut sangatlah sulit dilakukan karena opium merupakan bagian penting dari ekonomi negara yang sedang berjuang.

Tingginya tingkat pengangguran juga turut menambah daftar tindakan kejahatan di Afganistan, seperti perampokan dan penyerangan.

5. Honduras

Ilustrasi bendera Honduras dan borgol I Mehaniq/Shutterstock

Dengan indeks kejahatan mencapai 74,54, Honduras menempati posisi kelima sebagai negara dengan tingkat kriminal tertinggi di dunia. Puncak kejahatan di Honduras terjadi pada tahun 2012, sekitar 20 pembunuhan terjadi setiap hari. Pembunuhan tersebut dilakukan oleh geng-geng yang membawa senjata seperti Barrio 18 atau Mara Salvatrucha.

Honduras juga dianggap sebagai rute narkoba utama ke Amerika Serikat. Lemahnya penegakan hukum domestik telah membuat Honduras menjadi pintu masuk yang mudah bagi perdagangan obat-obatan terlarang. Departemen Luar Negeri AS telah mengeluarkan peringatan perjalanan Level 3 untuk Honduras, yang menunjukkan para pelancong harus mempertimbangkan kembali jika ingin mengunjungi negara tersebut.

6. Trinidad dan Tobago

Ilustrasi bendera Trinidad dan Tobago dengan palu kayu hakim I Serhii Yevdokmov/Shutterstock

Negara kepulauan yang terletak di laut Karibia selatan ini memiliki tingkat kejahatan tertinggi nomor 6 di dunia, dengan jumlah indeks 71,36. Pemerintah Trinidad dan Tobago menghadapi beberapa tantangan dalam beberapa tingkat kejahatan, seperti resistensi birokrasi terhadap perubahan, pengaruh negatif geng, narkoba, resesi ekonomi, dan sistem hukum yang terlalu membebani.

Trinidad dan Tobago memiliki travel advisory level 2, artinya wisatawan harus meningkatkan kewaspadaan ketika berkunjung. Biasanya para pengunjung sering menjadi korban pencopetan, penyerangan, pencurian, hingga penipuan.

7. Guyana

lustrasi bendera Guyana dengan borgol dan uang dolar I Mehaniq/Shutterstock

Guyana memiliki tingkat kejahatan nomor 7 tertinggi di dunia, dengan jumlah indeks 68,74. Tingkat pembunuhan di Guyana memiliki tingkat pembunuhan sekitar empat kali lebih tinggi daripada Amerika Serikat. Meski lisensi kepemilikan senjata api sangat ketat, penggunaan senjata oleh para penjahat di Guyana sudah merupakan hal biasa. Perampokan bersenjata sering terjadi di Georgetown.

Kekerasan dalam rumah tangga juga turut menambah angka tingkat kejahatan seiring dengan perlindungan hukum yang lemah. Tidak hanya itu, para wisatawan yang datang sering menjadi korban pembobolan hotel, perampokan, dan penyerangan.

8. El Salvador

Ilustrasi bendera El Salvador dengan Themsis I Osman Buqra Nuvasil/Shutterstock

El Salvador menjadi peringkat 8 sebagai negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia, dengan total indeks 67,79. Kejahatan terorganisir merupakan masalah paling besar yang dihadapi El Salvador. Kejahatan tersebut biasanya dilakukan oleh dua geng terbesarnya, yakni MS-13 dan Barrio 18. Diperkirakan ada 25.000 anggota geng menjadi buron, 9.000 di penjara, dan 60.000 adalah anak muda.

Selain geng, tingkat pengangguran yang tinggi dan upah rendah telah mendorong beberapa keluarga ke daerah terpinggirkan yang umum dengan kasus kejahatan.

9. Brasil

Ilustrasi bendera Brasil dengan peluru I Novikov Aleksey/Shutterstock

Brasil masuk peringkat 9 negara dengan tingkat kejahatan tertinggi di dunia, dengan indeks 67,49. Tercatat, tingkat pembunuhan di Brasil mencapai 23,6 kasus pembunuhan per 100.000 penduduk pada tahun 2020, lalu kemudian naik menjadi 30,8 kasus pada tahun sebelumnya.

Masalah paling besar di Brasil adalah kejahatan terorganisir yang tengah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, dan juga kekerasan antara kelompok-kelompok yang sudah biasa terjadi di Brasil. Tingkat kekerasan lainnya juga diperlihatkan pada kasus perdagangan narkoba, korupsi, dan kekerasan dalam rumah tangga.

10. Jamaika

Ilustrasi bendera Jamaika di kaca pecah I MyImages - Micha/Shutterstock

Pada peringkat 10 terdapat Jamaika dengan total indeks 67,42. Masalah tingkat kejahatan di Jamaika didominasi oleh korupsi pemerintah, aktivitas geng, kekerasan seksual dan kekerasan tingkat tinggi lainnya.

Dewan Penasihat Keamanan Luar Negeri AS menggambarkan kepolisian Jamaika kekurangan staf dan memiliki sumber daya yang terbatas. Para wisatawan disarankan untuk menghindari kota Spanyol dan sebagian Kingston dan Teluk Montego.

Penulis: Nabilah Nur Alifah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Ada Lonjakan Harga, Pangan Sumbang Inflasi Terbesar pada Juni 2022
Artikel Selanjutnya Dunia Dilanda Ketidakpastian Ekonomi, Badai Resesi Global Bakal Datang?
Konten Terkait