Beberapa waktu terakhir, banyak masyarakat Indonesia yang mengeluhkan suhu udara yang terasa semakin panas dan tidak nyaman. Bahkan, tidak sedikit yang merasa cuaca siang hari kini jauh lebih terik dibandingkan beberapa tahun lalu. Fenomena ini ternyata terbukti dari data BMKG yang menunjukkan bahwa memang terjadi peningkatan suhu di berbagai wilayah.
Melalui rilis terbarunya pada Maret 2026, BMKG mencatat 10 kota di Indonesia dengan suhu tertinggi di Indonesia. Data ini memberikan gambaran nyata tentang kota-kota terpanas di Indonesia tahun ini.
Baca Juga: 86% Publik RI Yakin Cuaca Ekstrem Meningkat pada 2026
Daftar Kota Terpanas di Indonesia Menurut BMKG
Berdasarkan data BMKG, wilayah dengan suhu tertinggi ditempati oleh Jakarta Timur, DKI Jakarta dengan suhu mencapai 35,6°C. Angka ini hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan Ciputat, Banten yang mencatat suhu 35,5°C.
Sementara itu, Tangerang, Banten berada tepat di bawahnya dengan suhu 35,4°C. Jika dibandingkan, suhu di Tangerang lebih rendah 0,1 derajat dari Ciputat dan 0,2 derajat dari Jakarta Timur. Selisih kecil ini menunjukkan bahwa kawasan Jabodetabek masih menjadi wilayah dengan suhu paling tinggi secara konsisten.
Menariknya, daftar ini tidak hanya didominasi oleh wilayah Jabodetabek atau perkotaan lain di Pulau Jawa. Beberapa daerah di Kalimantan seperti Palangkaraya, Kapuas, Huluda, Kotawaringin Barat juga mencatat suhu tinggi yang relati serupa, yakni di kisaran 35,2°C.
Selain itu, wilayah lain di Kalimantan seperti Melawi dan Kotawarangin Timur juga menunjukkan cuaca panas ekstrem. Pada Maret 2026, Kota Melawi mencapai suhu 34,8°C sementara suhu di Kotawaringin Timur tercatat 34,6°C.
Di luar itu, wilayah timur Indonesia seperti Boven Digoel, Papua juga termasuk dalam daftar dengan suhu 34,6°C. Terakhir, Kota Deli Serdang di Sumatra Utara tercatat memiliki suhu rata-rata 34,5°C.
Secara keseluruhan, fenomena suhu panas ekstrem ini juga terjadi secara merata di berbagai wilayah Indonesia, bukan hanya terpusat di kawasan urban. Rentang suhu dalam daftar ini berada di kisaran 34,5°C - 35,6°C. Meski terlihat hanya berbeda sekitar 1 derajat, perbedaan ini tetap dapat berpengaruh terhadap kenyamanan serta kesehatan penduduk.
Baca Juga: Jangan Terlewat! Fenomena Pink Moon Muncul 1-2 April, Ini Waktu Terbaik Melihatnya
Mengapa Suhu Menjadi Semakin Ekstrem Saat Ini?
Peningkatan suhu panas di Indonesia tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan suhu panas ekstrem di Indonesia semakin terasa dalam beberapa tahun terakhir.
Pertama, perubahan iklim global menjadi penyebab utama. Pemanasan global akibat peningkatan emisi gas rumah kaca membuat suhu rata-rata bumi meningkat. Dampaknya, gelombang panas menjadi lebih sering terjadi, termasuk di wilayah tropis seperti di Indonesia.
Kedua, fenomena El Niño turut berkontribusi terhadap cuaca panas yang lebih ekstrem. Saat El Niño terjadi, curah hujan di Indonesia cenderung menurun dan suhu udara meningkat. Kombinasi ini membuat cuaca menjadi lebih kering dan panas.
Ketiga, urbanisasi dan efek urban heat island. Kota-kota besar seperti Jakarta dan Tangerang memiliki banyak permukaan beton dan aspal yang menyerap panas lebih banyak dibandingkan area hijau. Akibatnya, suhu di perkotaan cenderung lebih tinggi dibandingkan wilayah sekitarnya.
Keempat, berkurangnya tutupan hutan dan ruang terbuka hijau. Deforetasi dan alih fungsi lahan membuat kemampuan alam dalam menyerap panas dan menjaga keseimbangan suhu menjadi menurun. Hal ini juga berkaitan dengan fenomena urban heat island. Daerah perkotaan cenderung memiliki ruang terbuka hijau yang lebih sedikit sehingga cuaca lebih panas dan kering.
Untungnya, munculnya data kota-kota terpanas di Indonesia ini juga merupakan pertanda bahwa masyarakat semakin menyadari adanya perubahan iklim. Hal ini dapat menjadi langkah awal perubahan dengan melakukan aktivitas untuk menjaga lingkungan dan memerangi perubahan iklim.
Data mengenai kota dengans suhu tertinggi di Indonesia menjadi pengingat penting bahwa perubahan iklim adalah realitas yang harus dihadapi bersama. Adaptasi seperti penggunaan ruang hijau, pengurangan emisi, hingga kesadaran akan lingkungan menjadi langkah penting untuk mengurangi dampak di masa depan.
Baca Juga: BMKG Rilis Daftar Provinsi dengan Titik Panas Tertinggi pada 2026
Sumber:
https://www.bmkg.go.id/
Penulis: Aisha Zahrany
Editor: Firda Wandira