Bagaimana Preferensi Masyarakat Indonesia dalam Memilih Platform Investasi?

Platform yang telah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi pertimbangan utama mayoritas masyarakat Indonesia dalam berinvestasi.

Bagaimana Preferensi Masyarakat Indonesia dalam Memilih Platform Investasi? Ilustrasi salah satu platform investasi | rawf8/Shutterstock

Perbincangan mengenai tren investasi di era sekarang memang semakin meningkat. Terlebih didorong dengan pandemi covid-19, Indonesia masih menjadi pasar yang aktif dalam dinamika berinvestasi.

Tak hanya itu, investasi juga sedang digandrungi kalangan generasi muda, baik generasi milenial maupun generasi z. Hal itu dibuktikan dengan data mengenai rerata umur masyarakat Indonesia dalam memulai investasi yang ditemui Jakpat yang dirilis pada 4/8.

Dalam surveinya, Jakpat mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen responden masyarakat Indonesia telah memulai investasi pada umur di bawah 20 tahun. Selain itu, terdapat 30 persen masyarakat Indonesia yang telah memulai investasi pada jangka umur 20-24 tahun.

Temuan ini dirangkum Jakpat dalam survei yang diberi tajuk "2022 Investment Trend” yang berusaha mengungkap tren investasi masyarakat Indonesia dewasa ini. Survei ini menarik 2.411 responden sesuai dengan proporsi populasi warganet Indonesia dengan margin of error di bawah 3 persen.

Dalam bagian lainnya, Jakpat juga mengungkapkan preferensi masyarakat Indonesia dalam memilih platform atau aplikasi untuk berinvestasi. Hasil survei mengungkapkan bahwa platform yang telah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi pertimbangan utama mayoritas masyarakat Indonesia dalam memilih platform berinvestasi.

11 pertimbangan masyarakat Indonesia dalam memilih platform berinvestasi | GoodStats

"Lebih dari 60 persen responden memilih platform yang sudah terdaftar di OJK (Otoritas Jasa Keuangan). Kemudahan penggunaan platform (dalam hal ini platform online) serta metode pembayaran yang mudah digunakan telah dipertimbangkan lebih dari setengah responden," tulis Jakpat dalam laporannya.

"(Lebih lanjut) rekomendasi orang terdekat dianggap oleh lebih banyak responden daripada promosi oleh tokoh publik atau influencer," sambungnya.

Setelah pertimbangan kemudahan aplikasi dan metode pembayaran, kemudahan dalam mengonversinya ke uang tunai menjadi pertimbangan selanjutnya dalam memilih platform investasi. Pertimbangan ini dipilih oleh 51 persen responden atau lebih dari setengah total responden.

Kemudian, terdapat 47 persen responden yang mempertimbangkan platform tersebut sebagai bagian dari perusahaan yang tepercaya. Selain itu, terdapat masing-masing 41 persen responden yang menganggap angka minimal deposit awal dan harga jual dan beli yang terjangkau menjadi pertimbangan selanjutnya.

Respons masyarakat atas platform investasi juga turut menjadi pertimbangan. Tercatat, ada 40 persen responden yang menganggap impresi positif platform tersebut di media sosial turut membantu mereka dalam memilih platform berinvestasi.

Poin-poin lain yang turut menjadi pertimbangan antara lain usia platform, liputan yang baik dari media, program promosi, rekomendasi dari teman dekat, tidak pernah mendengar kasus investasi dari platform terkait, iklan dari media, dan poin terakhir adalah pernah dipromosikan oleh publik figur.

Mari menjadi bagian responden survei GoodStats mengenai "Preferensi Fashion Masyarakat Indonesia" dengan mengisi link survei berikut.

bit.ly/FesyenGoodstats

Hadiah saldo eMoney bagi responden terpilih

Penulis: Raihan Hasya
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Media Sosial Jadi "Pedoman" Mayoritas Masyarakat Indonesia dalam Berinvestasi
Artikel Selanjutnya Didominasi Afrika, Ini Daftar Negara dengan Tingkat Pengangguran Tertinggi 2021
Konten Terkait