Setiap daerah memiliki karakteristik yang berbeda, mulai dari suasana dan biaya hidupnya. Konsep slow living cukup populer saat ini, yang menekankan pada kesederhanaan dan gaya hidup minimalis, terutama saat memasuki usia nonproduktif. Untuk mendukung konsep tersebut, diperlukan faktor pendukung salah satunya dalam memilih kota yang pas.
Kota dengan pendapatan yang tinggi banyak diminati sebagai tujuan bekerja. Sebaliknya, kota dengan biaya hidup rendah cenderung dipilih untuk menjalani masa tua. Pilihan ini sering kali didasarkan pada keinginan menikmati waktu pensiun yang berkualitas setelah melalui usia produktif.
Survei GoodStats pada 2026 mengungkap preferensi kota pilihan masyarakat Indonesia untuk menikmati masa tua. Solo memimpin pada posisi pertama dengan persentase 65%. Kota ini dikenal dengan biaya hidup yang rendah dan suasananya yang ramah.
Di bawahnya, responden memilih Yogyakarta (60%) untuk menjalani masa tua dengan selisih cukup tipis dari Solo. Selanjutnya, Bandung (50%) menyusul yang dikenal sebagai kota dengan iklim relatif sejuk.
Tidak jauh berbeda, Kota Malang (27%) dan Bogor (25%) yang memiliki suasana nyaman juga diminati oleh beberapa responden. Sementara itu, kota yang berada di luar Pulau Jawa juga dipilih dengan berbagai daya tariknya, seperti Kota Padang (17%), Palembang (9%), dan Banda Aceh (7%).
Di luar daftar kota di atas, sebanyak 10% responden memilih kota lainnya sebagai tujuan di masa tua. Hal ini menunjukkan preferensi masyarakat tidak hanya terpusat pada kota-kota besar.
Baca Juga: Jogja: Asyik, Nyaman, tapi Tidak dengan Gajinya
Apa Alasannya?
Dalam memilih kota untuk menikmati masa tua, mayoritas responden menginginkan kota dengan suasana tenang dan damai (77%) serta sejuk dan asri (74%). Selain itu, biaya hidup yang tergolong murah (52%) juga menjadi pertimbangan penting.
Dari aspek hubungan sosial, responden menyukai kota dengan masyarakatnya yang hangat dan ramah (41%). Terkait infrastruktur publik, kota dengan fasilitas kesehatan lengkap (21%) dan transportasi umum yang memadai (17%) lebih digemari responden.
Selain itu, besarnya peluang di sektor agrikultur (12%) dan sektor peternakan (6%) juga menjadi keinginan beberapa responden untuk menikmati masa tua. Hal ini menunjukkan adanya semangat produktif meskipun telah memasuki usia senja.
Metodologi Survei
GoodStats melakukan survei Kota Pilihan Masyarakat Indonesia 2026 dengan melibatkan 1.000 responden yang mayoritas berasal dari Pulau Jawa (73%). Kebanyakan responden berusia 18–24 tahun (35%) dan berjenis kelamin laki-laki (55%).
Periode survei berlangsung selama 10 hari, dari tanggal 10–19 April 2026. Hasilnya menunjukkan bahwa masyarakat turut mempertimbangkan faktor kenyamanan, hubungan sosial dengan lingkungan sekitar, serta kualitas hidup secara keseluruhan pada kota tujuan saat memasuki masa lanjut usia.
Baca Juga: 5 Wisata Terpopuler di Kota Solo 2024
Sumber:
https://goodstats.id/publication/kota-pilihan-masyarakat-indonesia-2026-Oo4L5
Penulis: Alifia Ayu
Editor: Editor