Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki keindahan alam menakjubkan dan kekayaan budaya melimpah, menjadikan salah satu destinasi wisata andalan di mata dunia.
Berdasarkan keunggulan tersebut, industri pariwisata di Indonesia memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi yang terbaik dengan memperhatikan sejumlah aspek, salah satunya kualitas dari tenaga kerjanya.
Menurut data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diolah Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja pariwisata di Indonesia mencapai 25,01 juta orang pada 2024, setara 17,29% dari total penduduk bekerja. Mayoritas tenaga kerja pariwisata ini berasal dari wilayah Jawa.
Baca Juga: Perkuat Pariwisata, Pemerintah Akan Sertifikasi 2 Ribu SDM dalam RAPBN 2026
Provinsi dengan Tenaga Kerja Pariwisata Terbanyak
Jawa Barat menjadi provinsi dengan tenaga kerja pariwisata terbanyak, jumlahnya mencapai 5,43 juta orang atau setara 21,72% dari total pekerja nasional. Tingginya penyerapan tenaga kerja ini juga didorong oleh keberadaan Kota Bandung yang dikenal oleh para turis sebagai pusat kuliner, belanja, dan wisata alam.
Posisi selanjutnya diisi oleh Jawa Timur yang menyumbang 14,72% dari total tenaga kerja pariwisata pada 2024. Ada sejumlah kota yang memiliki daya tarik bagi tersendiri bagi wisatawan, seperti Malang dan Surabaya.
Selanjutnya, Jawa Tengah menempati urutan ketiga sebagai provinsi yang menyerap tenaga kerja pariwisata terbanyak dengan 13,14%, diikuti dengan DKI Jakarta dengan serapan tenaga kerja sebanyak 6,08%.
Tiga provinsi yang juga termasuk ke dalam daftar ini antara lain Sumatra Utara (5,02%), Banten (4,62%), dan Bali (2,87%).
Adapun, tiga sektor pariwisata yang menyerap tenaga kerja terbanyak adalah penyedia jasa makan dan minum (40,64%), perdagangan barang-barang pariwisata (38,74%), dan penyedia jasa angkutan darat untuk penumpang (9,36%).
Upaya Pemerintah Meningkatkan Mutu Tenaga Kerja Pariwisata
Dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Kementerian Pariwisata memaparkan bahwa sepanjang tahun 2025, sektor pariwisata mempekerjakan sebanyak 25,91 juta orang. Jumlah tersebut bertambah sekitar 900 ribu pekerja dibanding tahun 2024.
Hal ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata berkontribusi positif dalam menggerakkan perekonomian. Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan bahwa peningkatan mutu sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata merupakan salah satu fokus utama pemerintah.
"Kami meyakini bahwa sumber daya manusia adalah pusat dari pembangunan pariwisata. Karena itu, kami tidak hanya mendorong peningkatan kuantitas tenaga kerja, tetapi juga kualitas melalui berbagai program pelatihan, sertifikasi, dan peningkatan kompetensi" ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta Pusat, Rabu (21/1/2026).
Melalui bidang sumber daya dan kelembagaan, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk menjalankan pelatihan dan sertifikasi berbasis kompetensi yang menargetkan 1.900 orang.
Tak hanya itu, pemerintah juga menargetkan pelatihan SDM pariwisata, terkhusus pada aspek soft skill, managerial skill, dan pariwisata berkelanjutan untuk 2.090 orang di 38 provinsi. Terakhir, politeknik pariwisata ditargetkan menghasilkan 2.950 lulusan yang dapat berkontribusi untuk memajukan sektor pariwisata Indonesia.
Baca Juga: 10 Provinsi dengan Infrastruktur Pariwisata Terbaik 2024
Sumber:
https://kemenpar.go.id/direktori-statistik/statistik-tenaga-kerja-pariwisata-tahun-2020-2024
https://kemenpar.go.id/berita/menpar-paparkan-capaian-pariwisata-2025-dan-rencana-kerja-2026-di-hadapan-komisi-vii-dpr
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor