62% Puskesmas di Papua Pegunungan Tidak Punya Dokter, Tertinggi pada 2024

Pada 2024, terdapat 3,94% puskesmas yang tidak memiliki tenaga dokter sama sekali, terbanyak di Papua Pegunungan dengan 62,57%.

62% Puskesmas di Papua Pegunungan Tidak Punya Dokter, Tertinggi pada 2024 Ilustrasi Dokter | Kemenkes
Ukuran Fon:

Pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan Indonesia. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2019 tentang Puskesmas, puskesmas merupakan fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan perseorangan tingkat pertama. Fokus utamanya adalah upaya promotif dan preventif, dengan membangun kesehatan sejak awal, mencegah penyakit, serta memastikan setiap penduduk di wilayah kerjanya mendapatkan akses layanan yang memadai.

Keberadaan puskesmas menjadi penting dalam pemerataan layanan kesehatan di seluruh Indonesia, terutama bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat kota atau fasilitas kesehatan besar. 

Hingga 2024, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan bahwa jumlah puskesmas di Indonesia mencapai 10.268 unit, dengan rincian 4.252 merupakan puskesmas rawat inap dan 6.016 puskesmas non rawat inap. Dari tahun ke tahun, jumlah puskesmas cenderung stabil.

Namun demikian, masih ada tantangan terkait pemerataan tenaga kesehatan di puskesmas. Pada tahun 2024, terdapat 3,94% puskesmas yang tidak memiliki tenaga dokter sama sekali. Kondisi paling mencolok terlihat di Papua Pegunungan, di mana 62,57% puskesmas beroperasi tanpa dokter.

Provinsi dengan puskesmas tanpa dokter terbanyak 2024 | GoodStats
Provinsi dengan puskesmas tanpa dokter terbanyak 2024 | GoodStats

Setelah Papua Pegunungan, Papua Tengah menyusul dengan 45,6%, diikuti Papua Selatan yang 32,94% puskesmasnya tidak memiliki dokter. Berikutnya, terdapat 20,19% puskesmas di Papua Barat Daya tanpa dokter, 14,63% di Papua, dan 13,75% di Papua Barat.

Dominasi provinsi di Pulau Papua menunjukkan bahwa akses layanan kesehatan di kawasan ini masih jauh dari kata setara. Banyak puskesmas di wilayah Papua yang belum memiliki dokter, sehingga masyarakat setempat kerap menghadapi keterbatasan dalam memperoleh layanan medis dasar. Akibatnya, warga Papua harus menempuh jarak jauh atau menunggu lebih lama untuk mendapatkan layanan yang seharusnya dapat diakses dengan mudah.

Di luar Papua, Maluku juga mengalami tantangan serupa, dengan 12,45% puskesmasnya tidak memiliki dokter, diikuti Maluku Utara (10%) dan Nusa Tenggara Timur (5,68%). Kalimantan Tengah menutup daftar dengan 4,88%.

Di sisi lain, sejumlah provinsi telah memastikan bahwa seluruh puskesmasnya memiliki dokter, mulai dari Nusa Tenggara Barat, Bali, Banten, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, Jambi, dan Sumatra Barat.

Terbaru, menurut Direktur Pelayanan BPJS Kesehatan Lily Kresnowati, jumlah puskesmas tanpa dokter umum per 2025 ini mencapai 454 unit. Ada pula 2.735 puskesmas yang tidak memiliki dokter gigi.

"454 Puskesmas tidak memiliki dokter umum, sementara 2.735 Puskesmas tidak memiliki dokter gigi. Kekurangan dokter gigi disebut sebagai salah satu persoalan paling menonjol dalam penguatan layanan primer," ujar Lily dalam rapat panitia kerja Jaminan Kesehatan Nasional dengan Komisi IX DPR, Rabu (26/11/2025), mengutip Kompas.

Di sisi lain, terdapat pula 241 klinik pratama yang hanya memiliki satu dokter umum dan 1.183 yang tidak memiliki dokter gigi.

Dalam memastikan akses kesehatan yang lebih merata, BPJS Kesehatan berkoordinasi dengan organisasi profesi dan asosiasi faskes untuk meningkatkan kompetensi tenaga kesehatan, terutama dokter.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga sempat mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan dokter, terutama dokter gigi dan spesialis. Jumlah tenaga kesehatan di puskesmas juga belum sepenuhnya sesuai standar.

"(Baru) 61% puskesmas yang memiliki jenis tenaga kesehatan sesuai standar dan 74% RSUD telah dilengkapi dengan tujuh dokter spesialis dasar," ujarnya (12/11).

Ke depannya, Prabowo Subianto menargetkan pembangunan 500 rumah sakit penyelenggara pendidikan utama (dokter spesialis) di seluruh kabupaten/kota.

"Ditargetkan Bapak Presiden 500 di seluruh kabupaten/kota di seluruh Indonesia agar memudahkan dan memurahkan akses pendidikan untuk menjadi dokter spesialis yang sangat kurang untuk mengisi kebutuhan rumah sakit-rumah sakit di seluruh pelosok Indonesia," tuturnya.

Baca Juga: 10 Provinsi dengan Puskesmas Terbanyak, Pulau Jawa Dominasi

Sumber:

https://kemkes.go.id/id/profil-kesehatan-indonesia-2024

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Top Parfum Terlaris di Indonesia Versi Top Brand Award 2025

Inilah daftar parfum favorit pria dan wanita Indonesia berdasarkan Top Brand Award 2025.

Libur Akhir Semester Ganjil: Kalender Libur Sekolah Nasional Desember 2025 per Provinsi

Rangkuman libur sekolah dan UAS Desember 2025 di seluruh provinsi untuk perencanaan akhir tahun.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook