5 Negara dengan Persentase Populasi Imigran Tertinggi

Di Uni Emirat Arab, 88 persen dari total seluruh populasi negara ini adalah imigran dari negara lain.

5 Negara dengan Persentase Populasi Imigran Tertinggi Ilustrasi│Lucas George Wendt/Unsplash

Umumnya, populasi di sebuah negara didominasi oleh warga asli yang lahir di negara tersebut. Namun, hal ini tidak berlaku di beberapa negara. Setidaknya ada 4 negara di dunia ini, yang populasinya (>50%) didominasi oleh para imigran.

Negara-negara ini memiliki persentase imigran yang sangat tinggi terhadap total populasi. Negara-negara yang populasinya didominasi imigran ini umumnya adalah negara-negara kecil dengan populasi yang juga sedikit, tetapi tergolong sebagai negara yang kaya.

Beda halnya dari segi jumlah, Amerika Serikat menjadi negara dengan jumlah imigran terbesar. Setidaknya ada 50 juta imigran di Amerika Serikat. Namun jumlah tersebut masih jauh di bawah separuh dari total populasi Amerika Serikat.

Berikut ini adalah 5 negara dengan persentase populasi imigran tertinggi di dunia

Negara dengan Persentase Populasi Imigran Tertinggi│GoodStats

 

Uni Emirat Arab (88%)

Kota Dubai│ David Rodrigo/Unsplash

 

Persentase imigran terhadap total populasi di Uni Emirat Arab sangat tinggi. 88 persen dari total populasi Uni Emirat Arab adalah para imigran yang menetap di negara ini. Total ada 8,7 juta imigran di Uni Emirat Arab, sedangkan total populasi di Uni Emirat Arab adalah 9,9 juta. Berarti, dari 9,9 juta total populasi di Uni Emirat Arab, penduduk asli Uni Emirat Arab hanya menyumbang 1,2 juta penduduk total populasi. 

Faktor pekerjaan menjadi alasan utama besarnya imigran yang datang ke Uni Emirat Arab. Selain itu, besarnya gaji dan rendahnya pajak di Uni Emirat Arab juga menjadi daya tarik para imigran yang pergi ke Uni Emirat Arab. Mayoritas imigran yang ke Uni Emirat Arab adalah penduduk dari Asia Selatan, seperti India, Sri Lanka, dan Pakistan.

Qatar (77%)

Kota Doha│Radoslaw Prekurat/Unsplash

 

Qatar, negara tetangga dari Uni Emirat Arab juga menjadi negara dengan persentase imigran tertinggi. Dari 2,9 juta populasi Qatar, 77 persen diantaranya adalah para imigran yang datang dari negara lain.

Sama seperti Uni Emirat Arab, Qatar menjadi tujuan para imigran untuk bekerja karena menawarkan gaji yang cukup besar. Tak hanya itu, sebagian dari imigran di Qatar juga merupakan pengungsi dari konflik yang terjadi di negaranya. Imigran di Qatar didominasi oleh imigran dari Asia Selatan dan juga Afrika.

Kuwait (73%)

Kuwait City│ Jan Dommerholt/Unsplash

 

Persentase imigran di Kuwait adalah sebesar 73 persen dari total populasi yang mencapai 4,3 juta orang. Selain alasan pekerjaan, banyak imigran yang datang ke Kuwait karena pemerintah Kuwait menggratiskan pendidikan dan layanan kesehatan disana.

Selain itu Kuwait memiliki mata uang paling kuat di dunia. 1 Dinar Kuwait setara dengan 11,9 USD, atau sekitar 50 ribu rupiah. Oleh karena itu, banyak imigran yang tertarik untuk datang ke Kuwait demi kehidupan yang lebih baik.

Bahrain (55%)

Kota Manama│Chrarles-Adrien Fournier/Unsplash

 

Bahrain memiliki total 1,7 juta populasi, dan 55 persen dari angka tersebut adalah para imigran. Imigran di Bahrain didominasi dari India, Sri Lanka, dan Filipina, dan hampir seluruhnya pergi ke Bahrain untuk alasan pekerjaan.

Selain karena pekerjaan yang menjanjikan kehidupan lebih baik, persyaratan untuk pindah ke Bahrain juga cukup mudah, sehingga banyak imigran yang memilih untuk pindah ke Bahrain daripada tinggal di negara asalnya.

Oman (46%)

Kota Muscat│Muhammad Shoaib/Unsplash

 

Masih dari Semenanjung Arab, Oman berada di urutan kelima sebagai negara dengan persentase imigran tertinggi. Dari seluruh populasi Oman yang berjumlah 5,2 juta penduduk, 46 persennya adalah para imigran.

Negara-negara di Timur Tengah memang menjadi salah satu destinasi utama para imigran. Negara-negara kaya di Timur Tengah menjanjikan gaji tinggi untuk para imigran dengan kemampuan yang rendah. Hal ini dapat terjadi karena mayoritas penduduk asli di negara-negara Timur Tengah tidak banyak yang memilih untuk bekerja di sektor pekerjaan kasar, sehingga membutuhkan banyak tenaga kerja kasar dari negara-negara lain.

Penulis: Rangga Hadi Firmansyah
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya Pola Merokok Masyarakat Indonesia di tengah Kenaikan Harga Rokok
Artikel Selanjutnya Bagaimana Kondisi Kulit Ideal Menurut Perempuan Indonesia?
Konten Terkait

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook