3.445 Formasi Sekolah Kedinasan Dibuka untuk Tahun 2024

Kuota sekolah kedinasan berbeda setiap tahun karena penyesuaian terhadap kebutuhan tenaga kerja di instansi pemerintah dan perubahan prioritas nasional.

3.445 Formasi Sekolah Kedinasan Dibuka untuk Tahun 2024 Ilustrasi Mahasiswa Sekolah Kedinasan | Foto: Laman Poltekim

Sekolah kedinasan adalah institusi pendidikan yang berada di bawah naungan kementerian atau lembaga pemerintahan tertentu dan bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap bekerja di instansi pemerintah.

Beberapa contoh sekolah kedinasan yaitu Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Sekolah Tinggi Intelijen Negara (STIN), dan Politeknik Keuangan Negara STAN. Lulusan dari sekolah-sekolah ini umumnya diangkat langsung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN)

“Proses seleksi dilakukan secara online dan tes dilaksanakan dengan CAT yang dipastikan transparan dan akuntabel,” ungkap Plt. Kepala BKN Haryomo Dwi Putranto (13/5/2024). 

Proses rekrutmen untuk sekolah kedinasan dimulai dengan pendaftaran online melalui portal resmi, seperti SSCASN BKN. Pendaftaran dibuka pada tanggal tertentu, dan calon peserta harus mengisi data pribadi, mengunggah dokumen yang diperlukan, dan membayar biaya pendaftaran jika ada.

Setelah pendaftaran, peserta akan mengikuti serangkaian tes yang meliputi tes kemampuan dasar, tes kemampuan bidang, dan tes wawancara. Seluruh proses seleksi dilakukan secara transparan dan akuntabel untuk memastikan hanya kandidat terbaik yang lolos.

Sekolah kedinasan sangat diminati karena menawarkan berbagai keuntungan. Salah satunya adalah jaminan pekerjaan sebagai ASN setelah lulus, yang memberikan stabilitas dan keamanan kerja. 

Selain itu, pendidikan di sekolah kedinasan sering kali gratis atau disubsidi oleh pemerintah, sehingga tidak membebani biaya pendidikan bagi mahasiswa. Lulusan juga mendapatkan pelatihan yang khusus disesuaikan dengan kebutuhan instansi pemerintah, memastikan mereka memiliki keterampilan dan pengetahuan yang relevan untuk bekerja di sektor publik.

Kuota untuk setiap sekolah kedinasan berbeda setiap tahunnya karena penyesuaian terhadap kebutuhan tenaga kerja di instansi pemerintah serta perubahan dalam prioritas nasional. Setiap kementerian atau lembaga menentukan jumlah dan jenis kompetensi yang diperlukan untuk mendukung program dan proyek mereka.

Perubahan formasi juga dipengaruhi oleh evaluasi kinerja lulusan sebelumnya dan alokasi anggaran pemerintah untuk pendidikan kedinasan. Proses penentuan ini memastikan bahwa rekrutmen sesuai dengan kebutuhan strategis negara.

Formasi Sekolah Kedinasan 2023 dan 2024 | GoodStats

“Seleksi sekolah kedinasan tahun 2024 dibuka untuk delapan kementerian/lembaga penyelenggara sekolah kedinasan yang terbagi menjadi 30 sekolah kedinasan,” lanjut Haryomo. 

Pada tahun 2024 ini, jumlah formasi untuk Politeknik Keuangan Negara STAN mengalami penurunan signifikan dari 1.100 formasi pada tahun 2023 menjadi 722 formasi.

Sebaliknya, IPDN mengalami peningkatan dari 534 formasi pada tahun 2023 menjadi 721 formasi pada tahun 2024. Sementara itu, formasi untuk sekolah kedinasan di bawah Kementerian Perhubungan juga mengalami penurunan drastis dari 1.408 formasi pada tahun 2023 menjadi 622 formasi pada tahun 2024.

STIN tetap konsisten dengan 400 formasi baik pada tahun 2023 maupun 2024. Politeknik Ilmu Pemasyarakatan (Poltekip) dan Politeknik Imigrasi (Poltekim) mengalami penurunan formasi dari 525 pada tahun 2023 menjadi 400 pada tahun 2024.

Selain itu, Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) juga melihat penurunan dari 500 formasi pada tahun 2023 menjadi 355 formasi pada tahun 2024. Sekolah Tinggi Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (STMKG) justru mengalami peningkatan formasi dari 80 pada tahun 2023 menjadi 120 pada tahun 2024. 

Namun, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) mengalami sedikit penurunan dari 125 formasi pada tahun 2023 menjadi 105 formasi pada tahun 2024.

Perubahan jumlah formasi ini mencerminkan penyesuaian kebutuhan masing-masing instansi pemerintah dalam menyikapi dinamika dan prioritas nasional yang berkembang setiap tahunnya.

Penulis: Brilliant Ayang Iswenda
Editor: Editor

Konten Terkait

Jelang Iduladha, Mayoritas Umat Muslim Memilih Tidak Mudik

Mayoritas Gen Z dan Millenial ternyata tidak berencana untuk mudik pada Iduladha tahun ini. Sebaliknya, Gen Z berencana untuk mudik tahun ini.

Anggaran IKN Telah Capai 80% Rencana APBN, Akankah Membengkak?

Sudah mencapai 80% dari rencana APBN untuk IKN, akan seberapa besar anggaran tambahan yang dibutuhkan?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X