Sepeda motor telah lama menjadi bagian dari hidup masyarakat. Kehadirannya membantu banyak orang untuk bepergian dari satu titik ke titik lainnya dalam waktu yang singkat. Dengan begitu, waktu tempuh yang dulu terasa lama kini berubah menjadi jauh lebih cepat.
Sepeda motor memiliki beragam fungsi dan tujuan. Dalam kesehariannya, masyarakat biasa menggunakannya untuk mengantar anak ke sekolah, pergi bekerja, atau bahkan untuk perjalanan jauh seperti touring.
Penggunaan yang beragam tentunya memengaruhi pertimbangan atau preferensi publik saat memilih sepeda motor. Publik memiliki pertimbangan tersendiri sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Berikut sepuluh pertimbangan publik saat memilih motor pada 2025.
Harga Masih Jadi yang Utama
Menurut survei yang dilakukan Jakpat, 57% responden mempertimbangkan harga sepeda motor sebelum membelinya. Harga masih jadi pertimbangan utama di tengah kondisi ekonomi seperti sekarang. Publik cenderung menilai apakah harga yang ditawarkan sesuai dengan kualitas dan spesifikasi yang diberikan.
Pada posisi kedua, sebanyak 49% responden memperhitungkan kemudahan pemeliharaan dan layanan dari kendaraaan. Temuan ini menandakan bahwa publik tidak hanya memikirkan harga tetapi juga kemampuan untuk merawat kendaraan dalam jangka panjang. Selain itu, kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan permintaan dan masalah juga jadi perhatian utama.
Lalu 46% lainnya mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Sepeda motor yang irit bensin adalah idaman bagi para pengendara karena dapat menghemat pengeluaran untuk bahan bakar.
Kemudian 44% berikutnya lebih mengutamakan aspek kenyamanan dalam berkendara. Posisi yang nyaman saat berkendara memungkinkan pengguna menempuh perjalanan jauh tanpa banyak merasa pegal. Oleh karena itu, aspek ini penting terutama bagi publik yang rutin melintasi rute puluhan kilometer.
Aspek lain yang turut dipertimbangkan ketika membeli motor adalah kinerja mesin yang dipilih oleh 43% responden, lalu kesesuaian dengan kebutuhan personal (37%), desain dan tampilan (34%), ketersediaan suku cadang (33%), reputasi merek dan kepercayaan (30%), serta fitur keselamatan dan keamanan (30%).
Bagaimana Pertimbangan Antargenerasi?
Data menunjukkan bahwa Gen Z, Milenial, dan Gen X sepakat menempatkan harga sebagai pertimbangan utama ketika membeli motor. Walaupun tumbuh dan berkembang pada zaman yang berbeda, ketiganya kompak berfikir bahwa harga adalah yang utama, masing-masing capaiannya adalah 49%, 64%, dan 61%.
Beralih pada posisi kedua, Milenial dan Gen X memilih sisi kemudahan pemeliharaan dan layanan dengan perolehan 57% dan 55%. Berbeda dari keduanya, Gen Z justru lebih mementingkan kenyamanan berkendara dengan capaian 42%.
Efisiensi bahan bakar turut jadi pertimbangan utama bagi Milenial dan Gen X dengan perolehan 55% dan 45%. Sementara itu, Gen Z lebih mengutamakan kinerja mesin dengan perolehan 42%.
Meski sempat berbagi pemikiran yang sama tentang harga, pada pertimbangan lainnya Gen Z cenderung berbeda dari dua generasi lainnya.
Adapun survei ini dilakukan oleh Jakpat pada 8-9 Oktober 2025 terhadap 1.361 responden yang memiliki atau berencana membeli sepeda motor.
Baca Juga: Sepeda Motor Jadi Aset yang Paling Banyak Dimiliki Warga RI 2024
Sumber:
https://insight.jakpat.net/behavior-and-preferences-of-motorcycle-users-and-buyers/
Penulis: NAUFAL ALBARI
Editor: Editor