10 Partai Politik dengan Elektabilitas Tertinggi Jelang Pemilu 2024

Menjelang pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024, sejumlah partai politik telah melancarkan koalisi serta rencana guna mendongkrak elektabilitas.

10 Partai Politik dengan Elektabilitas Tertinggi Jelang Pemilu 2024 Ruang Rapat Paripurna DPR RI | Twitter DPR RI (@DPR_RI)

Sejumlah partai politik telah melancarkan sejumlah koalisi jelang agenda pemilihan umum (Pemilu) 2024 yang akan diselenggarakan 2 tahun lagi. Indonesia Political Opinion (IPO) dalam survei yang dirilis pada Sabtu (4/6/2022) menguji elektabilitas partai-partai politik di Indonesia lewat simulasi Pemilu 2024.

10 partai politik dengan elektabilitas tertinggi dalam simulasi Pemilu 2024 per 4 Juni 2022 | GoodStats

Hasilnya, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) berhasil meraih peringkat pertama partai politik dengan elektabilitas tertinggi saat ini. PDIP berhasil meraup elektabilitas sebesar 24,8 persen.

PDIP secara konsisten berhasil mempertahankan posisinya di puncak klasemen partai politik dengan elektabilitas tertinggi setelah pada simulasi Pemilu 2024 periode sebelumnya PDIP juga berhasil meraih posisi tertinggi.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono dikutip dari Jabar.antaranews.com mengungkapkan bahwa hal ini tentunya akan menjadi dasar bagi PDIP untuk terus bekerja di tengah-tengah rakyat, melaksanakan kerja-kerja politik kerakyatan.

Berikutnya, Partai Gerindra menyusul di posisi ke-2 dengan raihan elektabilitas sebesar 11,6 persen, diikuti Partai Demokrat di posisi ke-3 yang memiliki elektabilitas sebesar 10,8 persen. Posisi ke-4 dan ke-5 diraih oleh Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan persentase masing-masing sebesar 9,7 persen dan 9,2 persen.

Secara berurutan di posisi ke-6 hingga ke-10 partai politik dengan raihan elektabilitas tertinggi dalam simulasi Pemilu 2024 diraih oleh Partai Nasdem (5,9 persen), PKS (5,4 persen), PAN (4,9 persen), Perindo (3,6 persen), dan PPP (2,4 persen).

Meninjau sisi lain, elektabilitas PAN berhasil menguat setelah sebelumnya menurun akibat usulan wacana penundaan pemilu. Dedi Kurnia Syah selaku Direktur Eksekutif IPO mengungkapkan hal ini merupakan dampak dari dibentuknya Koalisi Indonesia Bersatu hasil inisiasi Zulkifli Hasan yang merupakan ketua umum PAN.

Elektabilitas PAN berhasil naik ke angka 4,9 persen setelah pada simulasi sebelumnya PAN hanya berhasil meraup elektabilitas sebesar 2,4 persen. Adapun koalisi ini dibentuk oleh 3 pimpinan partai politik di Jakarta pada 12 Mei 2022 yang terdiri dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa, dan juga Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan itu sendiri.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 8 Startup Edukasi Paling Populer di Indonesia Q1 2022
Artikel Selanjutnya Bagaimana Tanggapan Masyarakat Indonesia terhadap Kehadiran Metaverse?
Konten Terkait