Dengan tingkat stres pekerja 15%, Indonesia menjadi terendah kedua di ASEAN, jauh di bawah rata-rata Asia (25%) dan global (40%), menurut survei Gallup.
Menariknya, selisih stres pekerja Indonesia dengan Singapura mencapai 28%.
Data ini mengindikasikan bahwa faktor seperti ikatan sosial, fleksibilitas kerja informal, dan budaya kolektif bisa berperan besar dalam menekan stres, meski produktivitas tetap berjalan.