Jakarta dikenal sebagai kota multietnis, dan data Sensus Penduduk 2010 menunjukkan bahwa komunitas non-Jawa terbesar di ibu kota berasal dari Tionghoa, Batak, dan Minangkabau.
Keberagaman ini terbentuk dari sejarah panjang Jakarta sebagai pusat perdagangan dan urbanisasi, yang menarik penduduk dari berbagai wilayah Nusantara untuk bermukim dan mencari peluang ekonomi.
Meski jumlah penduduk Betawi sebagai suku asli Jakarta tetap besar, komposisi etnis kota ini mencerminkan percampuran budaya yang menjadikan Jakarta salah satu kota paling beragam di Indonesia.