Rencana PLTS 100 GW menunjukkan bahwa tantangan energi surya Indonesia bukan hanya mencari sinar matahari, tetapi juga memastikan lahan, transmisi, gardu induk, dan kesiapan PLN berjalan dalam satu ekosistem.
Rasio awal 24.000 hektare terhadap 100 GW hanya sekitar 0,24 ha per MW, sehingga verifikasi lahan menjadi tahap penting sebelum proyek ini bisa benar-benar diterjemahkan menjadi kapasitas listrik baru.