Indonesia menempati posisi kedua dunia dalam tingkat persetujuan terhadap pemberian hak yang setara bagi perempuan pada 2026, dengan 78% responden menyatakan dukungannya menurut survei Ipsos.
Menariknya, daftar ini didominasi negara-negara berkembang di Asia dan Amerika Latin, menunjukkan bahwa dukungan terhadap kesetaraan gender tidak selalu berkorelasi langsung dengan tingkat kemajuan ekonomi suatu negara.
Di sisi lain, tingginya dukungan publik sering kali menjadi indikator perubahan norma sosial yang bisa mendorong kebijakan lebih inklusif di bidang pendidikan, pekerjaan, hingga kepemimpinan perempuan.