Meski dijuluki “Super Flu”, para ahli menekankan bahwa lonjakan perhatian publik lebih dipicu oleh kecepatan penyebarannya, bukan tingkat keganasannya, sehingga respons berbasis data dan kewaspadaan menjadi kunci.
Pola kasus yang banyak muncul di wilayah padat penduduk menunjukkan bahwa mobilitas dan interaksi harian berperan besar dalam penyebaran flu, bahkan ketika tingkat keparahannya relatif rendah.