Portofolio awal sekitar Rp13,59 triliun menandai langkah baru Indonesia masuk ke bisnis pembiayaan pesawat, sektor yang selama ini lebih banyak dikendalikan pemain global dari pusat leasing seperti Irlandia dan AS.
Menariknya, mitra Indonesia dalam kerja sama ini adalah SMBC Aviation Capital yang memiliki 722 armada dan masuk jajaran pemain leasing terbesar dunia, sehingga kolaborasi ini memberi akses bukan cuma ke modal tetapi juga ke pengalaman operasional global.