Observatorium Timau bukan cuma penerus Bosscha, tetapi lompatan besar astronomi Indonesia karena membawa teleskop optik 3,8 meter, teleskop radio 20 meter, hingga jaringan antena dalam satu kawasan riset modern.
Trivia menariknya, lokasi Gunung Timau punya estimasi seeing 0,79 arcsecond dan rata-rata 66% malam layak observasi, angka yang membuat NTT berpotensi masuk peta penting pengamatan langit di kawasan tropis.