Indonesia dikabarkan akan mengakuisisi tiga baterai rudal jelajah supersonik BrahMos senilai sekitar US$300 juta, sebuah sistem yang dikenal memiliki waktu reaksi sangat cepat karena kecepatannya hampir tiga kali kecepatan suara—membuatnya jauh lebih sulit dicegat dibandingkan rudal subsonik yang umum digunakan banyak negara.
Menariknya, desain BrahMos berasal dari pengembangan bersama India–Rusia yang terinspirasi dari rudal P-800 Oniks, dan dalam doktrin pertahanan pesisir, rudal supersonik seperti ini sering digunakan sebagai anti-access/area denial (A2/AD) untuk membatasi pergerakan armada musuh di wilayah laut strategis.