Meski namanya sekilas mirip, Banjarnegara dan Bojonegoro menunjukkan karakter ekonomi yang kontras, terutama dari PDRB per kapita Bojonegoro yang lebih dari dua kali lipat Banjarnegara.
Keunggulan ekonomi Bojonegoro tak lepas dari struktur ekonominya yang kuat di sektor pertambangan dan penggalian, sementara Banjarnegara memiliki karakter ekonomi yang lebih banyak ditopang sektor pertanian.
Jumlah penduduk miskin Bojonegoro secara absolut lebih besar, tetapi proporsinya terhadap penduduk justru lebih rendah dibandingkan Banjarnegara—contoh mengapa angka kemiskinan perlu dilihat bersama jumlah penduduk.