Memanasnya konflik antara Amerika Serikat–Israel dan Iran dalam beberapa waktu terakhir kembali memicu kekhawatiran eskalasi global, sehingga wacana negara-negara yang dinilai paling aman jika Perang Dunia III pecah pun kembali ramai diperbincangkan.
Di tengah ketegangan militer, serangan balasan, dan manuver geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia, negara-negara yang jauh dari episentrum konflik atau tidak terikat aliansi militer strategis—seperti Indonesia, Swiss, hingga Selandia Baru—dinilai memiliki risiko dampak langsung yang lebih kecil.
Indonesia secara khusus dianggap relatif aman bukan karena jarak geografis, melainkan karena konsistensi politik luar negeri bebas aktif yang tidak berpihak pada blok mana pun, sebuah posisi yang semakin relevan ketika rivalitas AS–Israel dan Iran berpotensi menyeret lebih banyak negara ke pusaran konflik.