Merek Motor Listrik yang Paling Banyak dimiliki Masyarakat Indonesia

Selis menjadi merek motor listrik yang paling banyak jadi pilihan masyarakat dengan persentase mencapai 22,3 persen

Merek Motor Listrik yang Paling Banyak dimiliki Masyarakat Indonesia Motor listrik merek Selis. (Sumber: KOMPAS.com/FATHAN RADITYASANI)

Pasar otomotif di Indonesia semakin gemuk. Ini seiring dengan banyaknya merek-merek baru bermunculan di Tanah Air, salah satunya yakni motor listrik.

Motor listrik telah menarik perhatian masyarakat Indonesia sebagai kendaraan utama ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Pemerintah pun memberikan subsidi bagi motor listrik sebanyak Rp 7 juta per motor untuk mendongkrak pemakaian dan penjualan motor listrik.

Kebijakan Perpres No.55/2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai telah memicu pertumbuhan EV (electric vehicle) di Indonesia dengan cepat.

Tiga merek mendapat bantuan subsidi penjualan, yakni Gesit, Volta, dan Selis. Subsidi berlaku mulai 20 Maret 2023 untuk motor listrik baru sebanyak 200 ribu unit dan 50 ribu motor listrik konversi. Subsidi ini berlaku hingga Desember 2023.

Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (AISMOLI) mengklaim penjualan sepeda motor listrik di Indonesia telah mencapai 48 ribu unit. Angka ini didapat dan dikalkulasikan mulai dari 2019 hingga 2023.

Pasar motor listrik di tingkat nasional terbilang masih kecil, meskipun pemerintah telah memberikan bantuan subsidi motor listrik hal itu belum serta merta langsung mengangkat posisi pangsa pasar motor listrik di Indonesia.

Terkait motor listrik, Republika melalukan survei untuk melihat merek motor listrik yang banyak dimiliki oleh masyarakat di Indonesia. Survei digelar selama tujuh hari di platform Republika.co.id yang melibatkan 3.349 responden. Dengan memberikan delapan jenis merek motor listrik, hasilnua menunjukkan terdapat tiga merek yang menguasai posisi teratas.

Selis menduduki posisi pertama sebagai motor listrik pilihan responden sebanyak 22,33 persen. Di posisi kedua yakni merek Gesits dengan persentase mencapai 17,83 persen. Kemudian disusul Uwinfly dan Volta masing-masing dengan 15,62 persen dan 14,69 persen.

Di posisi terbawah ada merek Gogoro sebesar 3,97 persen, NIU 6,09 persen, dan ECGO dengan 7,20 persen. Motor listrik Alva One mencatat kepemilikan dari netizen sebesar 12,27 persen.

Saat ini semua pihak harus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon yang sudah pembahasan secara global. Oleh karenanya, bertransisi dari mobil BBM ke kendaraan listrik menjadi salah satu solusi agar kondisi lingkungan semakin membaik.

Penulis: Adel Andila Putri
Editor: Iip M Aditiya

Konten Terkait

Tidak Selalu Negatif, Ini Dampak Positif Suku Bunga BI yang Terus Naik!

BI kembali menaikkan suku bunga ke level 6,25% pada April 2024. Meskipun pertumbuhan ekonomi diperkirakan melambat, tetapi nilai tukar rupiah akan lebih kuat.

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Tahun 2024 Berdasarkan Wilayah

Pada tahun 2024, Indonesia diperkirakan akan menatap masa depan yang cerah dalam hal pertumbuhan ekonomi karena diprediksi akan mengalami kenaikan yang inklusif

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook
Student Diplomat Mobile
X