Jelang Iduladha, Mayoritas Umat Muslim Memilih Tidak Mudik

Mayoritas Gen Z dan Millenial ternyata tidak berencana untuk mudik pada Iduladha tahun ini. Sebaliknya, Gen Z berencana untuk mudik tahun ini.

Jelang Iduladha, Mayoritas Umat Muslim Memilih Tidak Mudik Ilustrasi Kendaraan dalam Perjalanan Mudik | Freepik/rawpixel.com

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah resmi menetapkan Hari Raya Iduladha atau yang disebut sebagai 10 Zulhijah 1445 Hijriah jatuh pada Senin, 17 Juni 2024 mendatang. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki menuturkan keputusan tersebut seusai Sidang Isbat penentuan 1 Zulhijah 1445 Hijriah di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Jumat (7/6/2024) lalu.

"Berdasarkan hisab posisi hilal wilayah Indonesia yang sudah masuk kriteria, disepakati 1 Zulhijah 1445 HIjriah jatuh pada hari Sabtu, 8 Juni. Dan InsyaAllah Hari Raya Iduladha jatuh pada Senin, 17 Juni," ungkapnya, mengutip CNN.

Hari Raya Iduladha banyak dimanfaatkan umat Muslim Indonesia sebagai momen silaturahmi, melepas rindu dengan keluarga dan sanak saudara. Terutama bagi mereka yang tinggal merantau. 

Melansir survei dari Jajak Pendapat (JakPat) bertajuk Eid Al-adha Preparation and Celebration, mayoritas responden ternyata tidak berencana untuk mudik padaperayaan Iduladha tahun ini.

59% responden mengaku takkan mudik untuk Iduladha tahun ini.
59% responden mengaku takkan mudik untuk Iduladha tahun ini | GoodStats

Sebanyak 59% responden mengaku takkan mudik pada Iduladha tahun ini. Adapun jika dilihat berdasarkan kelompok usianya, maka lebih banyak Gen X yang tidak berencana mudik. Hanya 31% responden Gen X yang menyatakan rencananya untuk pulang.

Hal yang sama juga terlihat di kelompok Milenial, di mana hanya 39% responden yang berencana untuk mudik. 61% sisanya takkan mudik di tahun ini.

Berbanding terbalik dengan Gen X dan Millenial, mayoritas Gen Z justru berniat untuk mudik. 54% menyatakan keinginannya untuk mudik, sedangkan 46% lainnya tidak.

Survei yang diusung JakPat ini melibatkan 435 umat Muslim yang tinggal merantau di tahun ini.

Jumlah perjalanan kereta api ditambah

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) berencana untuk mengoperasiokan 18 kereta api tambahan di bulan Juni 2024 ini. Hal ini merupakan bentuk komitmen PT KAI untuk meningkatkan pelayanan terhadap pelanggan, terutama pada masa high season seperti saat ini.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo mengungkapkan sudah tercatat kenaikan jumlah penumpang di awal Juni ini jika dibandingkan dengan bulan Apri lalu.

"Diperkirakan jumlah pemudik yang menggunakan kereta api akan terus bertambah," ungkapnya, mengutip Mitra News.

Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor

Konten Terkait

Ada Berapa Kasus “Pegi Perong” di Indonesia?

Salah tangkap maupun salah prosedur, hal ini jadi bukti kelalaian Kepolisian Republik Indonesia.

Deforestasi Indonesia Sentuh Kawasan Konservasi dan Hutan Lindung

Deforestasi di Indonesia kembali mengalami peningkatan, apakah ini sinyal akan terjadinya konflik manusia dan satwa yang lebih masif?

Terima kasih telah membaca sampai di sini

Dengan melakukan pendaftaran akun, saya menyetujui Aturan dan Kebijakan di GoodStats

atau

Untuk mempercepat proses masuk atau pembuatan akun, bisa memakai akun media sosial.

Hubungkan dengan Google Hubungkan dengan Facebook