Memasuki awal 2026, kondisi cuaca di Indonesia menunjukkan peningkatan intensitas hujan di sejumlah wilayah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi enam provinsi akan mengalami curah hujan sangat tinggi sepanjang Januari 2026.
Situasi ini menjadi perhatian karena berpotensi memicu berbagai bencana hidrometeorologi, seperti banjir dan tanah longsor.
Sebaran Wilayah dengan Curah Hujan Sangat Tinggi Januari 2026
Sebaran wilayah dengan curah hujan sangat tinggi di Indonesia pada Januari 2026 menunjukkan potensi peningkatan risiko bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.
Berdasarkan prediksi BMKG, hujan kategori sangat tinggi terpantau terjadi di enam provinsi yang tersebar di wilayah barat hingga tengah Indonesia.
Wilayah-wilayah tersebut mencakup sebagian Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.
Kondisi ini menandakan bahwa intensitas hujan ekstrem tidak terpusat di satu kawasan saja, melainkan meluas ke berbagai zona geografis.
Oleh karena itu, kewaspadaan dini menjadi penting untuk mengantisipasi dampak lanjutan seperti banjir dan longsor.
6 Provinsi yang Diprediksi Mengalami Hujan Ekstrem
Baca Juga: Provinsi yang Paling Sering Dilanda Hujan
BMKG memprediksi enam provinsi di Indonesia akan mengalami curah hujan sangat tinggi atau ekstrem pada Januari 2026. Kondisi ini menjadi sinyal penting meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah.
Provinsi Banten tercatat memiliki wilayah Pandeglang yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sangat tinggi.
Di Jawa Barat, wilayah Majalengka dan Kota Cirebon juga masuk dalam daftar daerah dengan risiko hujan ekstrem.
Jawa Tengah menjadi provinsi dengan sebaran wilayah terdampak paling luas, meliputi Brebes, Pemalang, Purbalingga, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Jepara, Demak, dan Kudus. Intensitas hujan yang tinggi di wilayah ini berpotensi meningkatkan risiko banjir dan longsor, terutama di daerah dataran rendah dan aliran sungai.
Selain Pulau Jawa, Provinsi Bali juga terpantau mengalami hujan ekstrem di wilayah Kota Denpasar.
Di kawasan timur Indonesia, Nusa Tenggara Timur mencatat Kota Kupang sebagai wilayah dengan curah hujan sangat tinggi.
Sementara itu, Sulawesi Selatan turut menjadi sorotan dengan sejumlah wilayah terdampak seperti Takalar, Kota Makassar, Gowa, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, serta Barru.
Sebaran hujan ekstrem yang cukup luas ini menunjukkan bahwa fenomena cuaca tidak hanya terkonsentrasi di satu kawasan.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak hujan ekstrem.
Dampak Potensial dan Imbauan Kewaspadaan dari BMKG
Curah hujan sangat tinggi yang diprediksi BMKG pada Januari 2026 berpotensi meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, seperti banjir, longsor, dan genangan di wilayah rawan.
Daerah dengan sebaran hujan ekstrem yang luas, khususnya di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan, perlu mewaspadai dampak terhadap permukiman, infrastruktur, dan aktivitas ekonomi masyarakat.
BMKG mengimbau pemerintah daerah untuk memperkuat sistem peringatan dini serta kesiapsiagaan penanggulangan bencana di tingkat lokal.
Masyarakat juga diharapkan lebih waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dengan menghindari aktivitas berisiko dan memantau informasi cuaca resmi secara berkala.
Dengan kesiapsiagaan bersama, dampak buruk dari curah hujan ekstrem di awal 2026 diharapkan dapat diminimalkan.
Baca Juga: 10 Negara dengan Curah Hujan Tertinggi di Dunia
Sumber:
https://www.bmkg.go.id/iklim/prediksi-hujan-bulanan/curah-hujan-deterministik
Penulis: Angel Gavrila
Editor: Editor