Apa Saja Aplikasi Belanja Sayur Favorit Masyarakat Indonesia?

Berkat teknologi, kini belanja sayur semakin mudah dengan kehadiran aplikasi belanja sayur online. Aplikasi apa saja yang jadi favorit masyarakat?.

Apa Saja Aplikasi Belanja Sayur Favorit Masyarakat Indonesia? Berbagai sayuran segar | Iñigo De la Maza/Unsplash

Bila dulunya belanja sayur hanya bisa dilakukan di pasar atau warung, kini teknologi memudahkan masyarakat untuk berbelanja sayur dari rumah lewat aplikasi eCommerce. Eksistensi aplikasi belanja sayur online semakin marak lagi di tengah keterbatasan mobilitas akibat pandemi Covid-19.

Belanja bahan makanan segar seperti sayur, daging, dan buah-buahan memerlukan ketelitian untuk memastikan bahan yang dibeli dalam kondisi baik dan tidak busuk sebab bahan pangan ini memiliki umur yang cenderung tidak lama. Dengan berbelanja sayur secara online, konsumen tidak perlu lagi mengalami kesulitan dalam memilih serta memilah sayur-sayuran segar.

Adapun hasil survei Populix menunjukkan bahwa mayoritas responden yakni sebesar 40 persen membeli sayur, daging, dan buah-buahan beberapa kali dalam seminggu. Sebesar 77 persen responden biasanya berbelanja sayur di pasar tradisional, kemudian 15 persen di supermarket, terakhir 8 persen di warung atau tukang sayur keliling.

Kehadiran aplikasi belanja sayur online memperluas opsi masyarakat serta memberikan inovasi cara berbelanja sayur tanpa perlu keluar rumah dan meminimalisir kontak fisik dengan keramaian. Berdasarkan hasil survei, berikut aplikasi belanja sayur online favorit masyarakat Indonesia.

Aplikasi belanja sayur online pilihan masyarakat Indonesia tahun 2021 | GoodStats

1. HappyFresh

HappyFresh berhasil meraih peringkat pertama aplikasi belanja sayur online pilihan favorit responden dengan persentase sebesar 55 persen. Didirikan pada tahun 2014, HappyFresh merupakan pionir layanan pengantaran kebutuhan rumah di Asia Tenggara. Tidak hanya sayuran segar, HappyFresh juga menyediakan perlengkapan rumah tangga yang bisa dibeli melalui aplikasi.

2. Sayurbox

Sayurbox menempati posisi ke-2 dengan persentase sebesar 33 persen. Sayurbox hadir pertama kali pada tahun 2017, kemudian tahun 2020 saat awal pandemi Sayurbox memperoleh kesempatan besar untuk memperluas jangkauan pasarnya. Sayurbox berfokus pada penjualan bahan-bahan segar.

3. TaniHub

Posisi ke-3 diraih oleh TaniHub dengan persentase sebesar 4 persen. TaniHub menjual berbagai bahan masakan segar yang diperoleh langsung dari petani Indonesia. Berdiri sejak 2015, kini TaniHub berfokus pada layanan penjualan bahan-bahan segar secara business to business (B2B).

4. TukangSayur.Id

Sebelumnya bernama TukangSayur.Co, aplikasi belanja sayur online satu ini berada di posisi ke-4 dengan persentase sebesar 3 persen. Aplikasi ini dikembangkan oleh PT. Mahakarya Tukang Sayur Indonesia dan resmi berdiri pada tahun 2016.

5. Segari

Segari berada di posisi ke-5 dengan persentase sebesar 2 persen. Segari merupakan platform belanja online bahan-bahan segar yang dikembangkan di bawah naungan PT. Sayur Untuk Semua. Segari didirikan pada tahun 2020 di Jakarta dan pada September 2021 lalu, startup ini memperoleh kucuran dana seri A sebesar Rp227,6 miliar.

6. Brambang

Posisi berikutnya diraih oleh Brambang dengan persentase sebesar 1 persen. Didirikan di bawah naungan PT. Bursa Interaktif Gemilang sejak tahun 2017, Brambang melayani penjualan dan pengantaran bahan makanan segar di wilayah Jabodetabek. Awalnya startup ini berfokus pada penjualan komoditas bawang merah seperti namanya Brambang yang memiliki arti sama, kini telah melebarkan sayap bisnisnya mencakup komoditas pertanian lainnya.

Sisanya, sebesar 2 persen responden memilih menggunakan aplikasi belanja sayur online lainnya. Dari hasil survei, mayoritas responden saat ini cenderung memilih aplikasi HappyFresh dan Sayurbox untuk berbelanja kebutuhan bahan makanan. Persentase yang diraih kedua aplikasi ini pun terhitung melampaui raihan aplikasi lainnya.

Utamakan promo menarik

Terdapat beberapa faktor yang mendukung konsumen dalam memilih platform aplikasi belanja sayur online. Faktor yang diutamakan oleh konsumen ialah terdapat banyak promo menarik. Adapun persentasenya mencapai 42 persen.

Faktor yang diutamakan konsumen dalam memilih aplikasi belanja sayur online tahun 2021 | GoodStats

Gratis ongkos kirim menjadi faktor terpenting berikutnya yang dipertimbangkan oleh konsumen saat ingin berbelanja sayur secara online dengan cakupan persentase sebesar 28 persen.

Faktor-faktor berikutnya yang diutamakan oleh konsumen saat memilih aplikasi belanja sayur online di antaranya ialah pengemasan aman (12 persen), kecepatan pengiriman (7 persen), tampilan aplikasi mudah dipahami (5 persen), dan faktor lainnya (6 persen).

Mayoritas responden yakni sebesar 53 persen mengungkapkan bahwa alasan memilih platform online untuk berbelanja sayur ialah karena praktis, tidak perlu ke luar rumah. Kemudian, 22 persen di antaranya mengungkapkan banyak promo menjadi alasan menggunakan aplikasi belanja sayur online.

Sebesar 10 persen beralasan bahwa tak ada waktu pergi belanja di luar, diikuti alasan bahan yang dicari jarang ditemukan sebesar 9 persen, dan alasan lainnya sebesar 6 persen.

Dalam implementasinya, beberapa kendala masih ditemui saat berbelanja sayur maupun bahan makanan segar lainnya secara online lainnya. Kendala yang paling sering ditemukan ialah sayuran tidak segar sesuai dengan ekspektasi, persentasenya mencapai 27 persen.

Kendala berikutnya ialah bahan yang dicari tidak tersedia dengan persentase sama sebesar 27 persen. Diikuti kendala harga lebih mahal sebesar 24 persen, ongkos kirim mahal 19 persen, dan kendala lainnya sebesar 4 persen.

Penulis: Diva Angelia
Editor: Iip M Aditiya

Artikel Sebelumnya 10 Gim Paling Banyak Diunduh di Dunia 2021
Artikel Selanjutnya 10 Pasukan Elit Paling Kuat di Asia, 1 dari Indonesia
Konten Terkait