Rasio jenis kelamin penduduk menggambarkan perbandingan jumlah penduduk laki-laki terhadap perempuan di suatu wilayah. Rasio di atas 100 menunjukkan bahwa jumlah laki-laki lebih banyak dibanding perempuan, begitu pula sebaliknya, rasio di bawah 100 berarti jumlah perempuan lebih mendominasi.
Menurut sensus Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2026, rasio jenis kelamin di Indonesia mencapai 101,8, sedikit turun dari 2025 yang sebesar 101,9. Hal ini berarti terdapat 101 penduduk laki-laki setiap 100 penduduk perempuan di Indonesia.
Hanya terdapat tiga provinsi yang rasio jenis kelaminnya di bawah 100 pada 2026, yakni DI Yogyakarta (97,7), Sulawesi Selatan (98,8), dan Jawa Timur (99,3), yang menandakan bahwa penduduk wanitanya mendominasi dibanding penduduk pria.
Provinsi dengan Rasio Jenis Kelamin Tertinggi
Baca Juga: Proporsi Penduduk Indonesia Berdasarkan Jenis Kelamin per Mei 2025
Provinsi dengan rasio jenis kelamin tertinggi pada 2026 adalah Papua Pegunungan dengan angka mencapai 113,5. Artinya, terdapat sekitar 113 laki-laki untuk setiap 100 perempuan di provinsi tersebut.
Posisi kedua ditempati oleh Papua Tengah dengan rasio 113,1. Tingginya rasio di sejumlah provinsi Papua sering dikaitkan dengan mobilitas tenaga kerja laki-laki yang cukup besar, terutama di sektor pembangunan dan pertambangan.
Di peringkat ketiga terdapat Papua Barat dengan rasio 110,2, disusul oleh Kalimantan Utara dengan rasio 110,0. Kedua wilayah ini juga dikenal memiliki aktivitas ekonomi berbasis sumber daya alam yang cukup besar sehingga menarik banyak pekerja laki-laki.
Selanjutnya, Papua menempati posisi kelima dengan rasio 109,1. Sementara itu, Papua Barat Daya berada di peringkat keenam dengan rasio 108,1, diikuti oleh Papua Selatan dengan rasio 107,5.
Dua provinsi di Pulau Kalimantan kembali masuk dalam daftar ini, yaitu Kalimantan Timur dengan rasio 106,5 serta Kalimantan Tengah dengan rasio 106,2. Kedua wilayah tersebut dikenal sebagai kawasan industri dan pertambangan yang banyak menyerap tenaga kerja laki-laki. Posisi kesepuluh ditempati oleh Maluku Utara dengan rasio 105,1.
Jadi, Lebih Banyak Perempuan atau Laki-Laki di Indonesia?
Pada Mei 2025, jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 284,44 juta jiwa. Dari total tersebut, sekitar 50,47% merupakan laki-laki, sementara 49,53% lainnya adalah perempuan.
Jika dilihat berdasarkan kelompok usia, komposisi penduduk menunjukkan pola yang cukup menarik. Pada rentang usia 0 hingga 49 tahun, jumlah penduduk laki-laki tercatat secara konsisten lebih banyak dibandingkan perempuan.
Namun, pola tersebut mulai berubah ketika memasuki kelompok usia 50 tahun ke atas. Pada kelompok usia ini, jumlah perempuan mulai melampaui laki-laki. Perbedaan jumlah tersebut bahkan semakin terlihat jelas pada kelompok usia lanjut, terutama pada usia 75 tahun ke atas.
Kondisi ini tidak terlepas dari perbedaan harapan hidup antara laki-laki dan perempuan. Secara umum, perempuan memiliki harapan hidup yang lebih tinggi. Selain itu, faktor lain seperti gaya hidup serta akses terhadap layanan kesehatan juga turut memengaruhi perbedaan ini. Kombinasi berbagai faktor tersebut membuat jumlah perempuan cenderung lebih dominan pada kelompok usia lanjut.
Baca Juga: Rasio Jenis Kelamin di 5 Negara dengan Jumlah Penduduk Terbesar, Indonesia Relatif Seimbang
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/a43f03f45543dc4e9942f44c/statistik-indonesia-2026.html
Penulis: Agnes Z. Yonatan
Editor: Editor