Mi instan sering kali dijadikan menu andalan bagi sebagian orang untuk mengganjal rasa lapar, baik ketika bersantai di rumah ataupun sedang menempuh perjalanan. Mi instan juga hadir dalam berbagai kemasan yang memudahkan konsumen untuk menyantapnya.
Dengan waktu masak yang tergolong singkat, menu ini tak asing untuk dihidangkan ketika sedang berkumpul bersama teman atau keluarga. Untuk mendapatkannya pun cukup mudah, mi instan bisa diperoleh melalui warung atau minimarket terdekat atau dipesan secara daring melalui platform e-commerce atau quick-commerce.
Variasi rasa mi instan yang semakin beragam dan harga yang terjangkau juga menjadi daya tarik tersendiri. Ada sejumlah variasi rasa unik yang diedarkan di Indonesia, seperti mi goreng Aceh, laksa Singapore, rendang, dan varian lainnya, membuat konsumen semakin leluasa untuk menentukan pilihan mi.
Tak hanya itu, beberapa produsen juga mulai menghadirkan mi instan berbahan alami atau rendah pengawet, sebagai respons terhadap meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pola makan sehat.
Badan Pusat Statistik (BPS) merangkum rata-rata konsumsi per kapita dalam seminggu berdasarkan kelompok makanan dan minuman jadi di seluruh kabupaten/kota di Pulau Jawa. Dalam daftar tersebut, mi instan menjadi salah satu kategori yang diamati. Berikut daftar sepuluh kabupaten paling gemar mengonsumsi mi instan di Pulau Jawa.
Baca Juga: 10 Brand Mi Instan Terlaris saat Ramadan 2025, Mana Favoritmu?
Peringkat pertama diisi oleh Lebak yang terletak di Provinsi Banten dengan rata-rata konsumsi sebesar 0,287 porsi per kapita dalam seminggu. Posisi ini mencerminkan bahwa mi instan jadi salah satu pilihan makanan jadi yang populer di wilayah tersebut. Di posisi kedua ditempati Kabupaten Brebes di Jawa Tengah dengan 0,173 porsi per kapita dalam seminggu.
Bergeser ke posisi selanjutnya, Kabupaten Lumajang di Jawa Timur bertengger di peringkat ketiga dengan konsumsi sebesar 0,165, disusul oleh Kabupaten Sumenep yang juga berada di provinsi yang sama dengan 0,159.
Sementara itu, Bogor dan Bekasi yang sama-sama terletak di Jawa Barat menyusul pada peringkat berikutnya dengan rata-rata konsumsi sebesar 0,143 porsi per kapita per minggu.
Kabupaten lainnya yang juga masuk ke dalam daftar, yakni Batang (0,143), Cirebon (0,138), Serang (0,135), dan Bangkalan (0,133).
Secara keseluruhan, tiga kabupaten yang berasal dari Jawa Barat yakni, Bogor, Bekasi, dan Cirebon, mendominasi dalam daftar bersama tiga kabupaten lainnya yang berasal dari Jawa Timur, yakni Lumajang, Sumenep, dan Bangkalan.
Angka konsumsi mi instan yang tinggi di beberapa daerah bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti harga yang terjangkau, mudah didapatkan, hingga gaya hidup masyarakat yang mengutamakan kepraktisan. Di Indonesia sendiri, keberadaan warung makan mi instan (warmindo) yang cukup menjamur juga turut mendorong tingginya konsumsi mi instan di kalangan masyarakat.
Baca Juga: 65% Publik RI Sebut Pengeluaran Makanan & Minuman Paling Meningkat
Sumber:
https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MjEwNyMy/rata-rata-konsumsi-perkapita-seminggu-menurut-kelompok-makanan-dan-minuman-jadi-per-kabupaten-kota.html
Penulis: Faiza Az Zahra
Editor: Editor