Pada Mei 2026 nilai impor mencapai US$24.813,7 juta, turun US$400,0 juta (1,59 persen) dibandingkan bulan sebelumnya. Nilai impor tersebut terdiri dari impor migas US$4.514,7 juta (18,19 persen) dan nonmigas US$20.299,0 juta (81,81 persen). Sementara volume impor mencapai 22.418,4 ribu ton atau turun 15,08 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Pada Mei 2026 Tiongkok masih mendominasi asal impor Indonesia senilai US$8.492,6 juta dengan peran 34,23 persen. Sementara Pelabuhan bongkar di Provinsi DKI Jakarta masih menjadi tempat bongkar barang impor utama di Indonesia senilai US$10.680,9 juta (43,04 persen).