Pratinjau PDF — 16 halaman
Sampul Perkembangan Ekspor dan Impor Banten Juli 2026
Industri & Perdagangan

Perkembangan Ekspor dan Impor Banten Juli 2026

Publikasi ini berisi perkembangan ekspor dan impor di Banten Juli 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS)

Penerbit

Badan Pusat Statistik (BPS)

Tahun
2026
Halaman
16
Format
pdf
Bahasa
indonesia
Tanggal Terbit
23 September 2026

Bagikan:

  • Nilai ekspor Banten Januari–Juli 2026 mencapai US$7.661,21 juta atau naik 2,30 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor migas Januari-Juli 2026 mencapai US$180,11 juta atau naik 213,18 persen serta nilai ekspor nonmigas Januari-Juli 2026 naik 0,67 persen menjadi US$7.481,10 juta.
  • Nilai ekspor Banten Juli 2026 mencapai US$1.225,04 juta atau naik 6,04 persen dibanding ekspor Juli 2025. Ekspor nonmigas Juli 2026 mencapai US$1.198,13 juta atau mengalami peningkatan sebesar 5,45 persen dibandingkan Juli 2025.
  • Dari 10 (sepuluh) komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Juli 2026, komoditas yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah tembaga (HS 74), sebesar 43,35 persen, atau meningkat senilai US$220,58 juta. Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan persentase terbesar adalah kakao/coklat (HS 18), turun sebesar 37,82 persen atau penurunan senilai US$239,44 juta.
  • Ekspor nonmigas Januari-Juli 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$1.189,99 juta, disusul Amerika Serikat US$894,73 juta, dan India US$532,42 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,99 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$1.984,93 juta dan US$830,47 juta.
  • Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan meningkat 0,54 persen serta pertambangan dan lainnya naik 48,54 persen. Sebaliknya, hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan Januari–Juli 2026 turun 14,55 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025
  • Menurut pelabuhan muat barang, ekspor Banten terbesar pada Januari–Juli 2026 melalui pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai US$5.903,13 juta (77,05 persen), diikuti Merak US$528,18 juta (6,89 persen) dan Cigading US$505,02 juta (6,59 persen).
  • Nilai impor Banten Januari-Juli 2026 mencapai US$26.365,65 juta, naik 19,16 persen dibandingkan Januari-Juli 2025. Impor nonmigas naik 13,51 persen menjadi US$21.380,99 juta dan impor migas naik 51,50 persen menjadi US$4.984,66 juta.
  • Nilai impor Banten Juli 2026 mencapai US$4.412,31 juta, naik 46,36 persen dibandingkan Juli 2025. Kenaikan disebabkan oleh naiknya nilai impor migas sebesar 61,51 persen menjadi US$895,27 juta dan naiknya nilai impor nonmigas sebesar 42,95 persen menjadi US$3.517,05 juta.
  • Dari 10 (sepuluh) golongan barang utama nonmigas Januari-Juli 2026, golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) mengalami peningkatan persentase tertinggi sebesar 79,87 persen atau naik senilai US$1.890,83 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, golongan bahan kimia organik (HS 29) mengalami penurunan persentase 25,44 persen atau turun senilai US$392,15 juta.
  • Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2026 adalah Tiongkok US$5.469,08 juta (25,58 persen), Australia US$2.501,64 juta (11,70 persen), dan Singapura US$2.039,60 juta (9,54 persen). Nilai impor nonmigas dari ASEAN US$4.005,49 juta (18,73 persen).
  • Selama Januari-Juli 2026, nilai impor bahan baku/penolong naik 13,45 persen menjadi US$16.974,14 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Demikian pula barang konsumsi dan barang modal naik 24,88 persen dan 32,76 persen menjadi US$ 1.905,18 juta dan US$7.486,33 juta.
Lupa Sandi?