A. Perkembangan Ekspor
- Nilai ekspor Banten Januari–Juni 2026 mencapai US$6.436,16 juta atau naik 1,62 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sejalan dengan total ekspor, nilai ekspor migas Januari-Juni 2026 mencapai US$153,19 juta atau naik 297,48 persen. Sementara itu, nilai ekspor nonmigas Januari-Juni 2026 turun 0,19 persen menjadi US$6.282,97 juta.
- Nilai ekspor Banten Juni 2026 mencapai US$1.056,98 juta atau turun 0,94 persen dibanding ekspor Juni 2025. Ekspor nonmigas Juni 2026 mencapai US$1.032,48 juta atau mengalami penurunan sebesar 2,18 persen dibandingkan Juni 2025.
- Dari 10 (sepuluh) komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar Januari–Juni 2026, komoditas yang mengalami peningkatan persentase terbesar adalah tembaga (HS 74), sebesar 42,10 persen, atau meningkat senilai US$176,86 juta. Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan persentase terbesar adalah kakao/coklat (HS 18), turun sebesar 38,25 persen atau penurunan senilai US$210,86 juta.
- Ekspor nonmigas Januari-Juni 2026 terbesar adalah ke Tiongkok yaitu US$978,52 juta, disusul Amerika Serikat US$748,25 juta, dan India
US$447,91 juta, dengan kontribusi ketiganya mencapai 34,61 persen. Sementara ekspor ke ASEAN dan Uni Eropa (27 negara) masing-masing sebesar US$1.647,98 juta dan US$719,19 juta. - Menurut sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan serta hasil pertanian, kehutanan, dan perikanan Januari–Juni 2026 turun masing-masing 0,29 persen dan 17,67 persen dibanding periode yang sama tahun 2025. Sebaliknya, ekspor pertambangan dan lainnya naik 52,17 persen.
- Menurut pelabuhan muat barang, ekspor Banten terbesar pada Januari–Juni 2026 melalui pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai US$4.947,37 juta (76,87 persen), diikuti Merak US$457,67 juta (7,11 persen) dan Cigading US$423,50 juta (6,58 persen).
B. Perkembangan Impor
- Nilai impor Banten Januari-Juni 2026 mencapai US$21.953,33 juta, naik 14,87 persen dibandingkan Januari-Juni 2025. Impor nonmigas naik
9,09 persen menjadi US$17.863,95 juta dan impor migas naik 49,47 persen menjadi US$4.089,38 juta. - Nilai impor Banten Juni 2026 mencapai US$3.625,05 juta, naik 38,76 persen dibandingkan Juni 2025. Kenaikan disebabkan oleh naiknya nilai impor migas sebesar 91,94 persen menjadi US$760,42 juta dan naiknya nilai impor nonmigas sebesar 29,26 persen menjadi US$2.864,63 juta.
- Dari 10 (sepuluh) golongan barang utama nonmigas Januari-Juni 2026, golongan mesin-mesin/pesawat mekanik (HS 84) mengalami peningkatan persentase tertinggi sebesar 73,49 persen atau naik senilai US$1.442,44 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sebaliknya, golongan bahan kimia organik (HS 29) mengalami penurunan persentase 25,52 persen atau turun senilai US$341,61 juta.
- Tiga negara pemasok barang impor nonmigas terbesar selama Januari-Juni 2026 adalah Tiongkok US$4.480,47 juta (25,08 persen), Australia US$2.353,77 juta (13,18 persen), dan Singapura US$1.767,85 juta (9,90 persen). Nilai impor nonmigas dari ASEAN US$3.476,67 juta (19,46 persen).
- Selama Januari-Juni 2026, nilai impor bahan baku/penolong naik 10,30 persen menjadi US$14.371,56 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Demikian pula barang konsumsi dan barang modal naik 31,69 persen dan 22,92 persen menjadi US$1.583,95 juta dan US$5.997,83 juta.