Dua proyek tol baru ini berpotensi mengubah Yogyakarta dari kota tujuan wisata menjadi simpul konektivitas utama di koridor Joglosemar, karena akses Solo–Jogja–Semarang–NYIA akan semakin terhubung dalam satu jaringan jalan cepat.
Dengan progres Tol Jogja-Solo yang sebagian sudah beroperasi dan pengadaan tanah Jogja-Bawen mencapai 72,66%, dampaknya bukan hanya memangkas waktu tempuh, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan kawasan baru di sekitar interchange, destinasi wisata, logistik, dan properti.