Kepercayaan publik terhadap profesi di Indonesia menunjukkan gap yang cukup lebar. Guru berada di posisi teratas, disusul dokter dan pakar, mencerminkan tingginya kepercayaan pada profesi yang lekat dengan pendidikan dan keahlian.
Sebaliknya, sejumlah profesi yang berkaitan dengan pemerintahan dan politik berada di kelompok terbawah. Politikus dan menteri mencatat tingkat kepercayaan terendah dalam survei.
Beragam faktor bisa memengaruhi, mulai dari pengalaman pribadi, pemberitaan media, hingga persepsi terhadap integritas dan kompetensi suatu profesi.