Jembatan Dumai–Melaka berpotensi mengalihkan sebagian arus logistik Selat Malaka yang menangani arus perdagangan dunia, sekaligus memangkas waktu lintas negara menjadi hanya 40 menit.
Jika terealisasi, proyek senilai US$15–20 miliar ini akan masuk daftar jembatan lintas negara terpanjang di Asia Tenggara dan memperkuat integrasi ekonomi Indonesia–Malaysia yang saat ini bernilai US$12–15 miliar per tahun.